Olahan Ikan Lele Mina Jawi Andiena Tingkatkan Nilai Jual
UMKM Mina Jawi Andiena di Kabupaten Ngawi mengolah melimpahnya panen ikan lele menjadi berbagai produk bernilai tambah untuk mencegah penurunan harga. Ide ini muncul karena pasar hanya menyerap ikan berukuran tertentu, sehingga pembudidaya sulit menjual ikan besar dengan harga layak.
Dari budidaya keluarga ke produk olahan
Inisiatif berawal dari budidaya keluarga milik Diana Miftakul Jannah. Ia mengolah ikan lele yang tidak diserap pasar menjadi produk yang lebih tahan lama dan bernilai ekonomi. Produk pertama yang dikembangkan adalah lele marinasi yang dikemas secara vakum agar lebih awet dan praktis.
Kalau hanya dijual segar, harga ikan yang ukurannya besar sering jatuh. Akhirnya saya berpikir bagaimana caranya supaya ikan itu tetap punya nilai jual lebih tinggi
Ragam produk dan proses inovasi
Diana tidak berhenti pada lele marinasi. Ia terus bereksperimen secara mandiri dan memanfaatkan seluruh bagian ikan. Hasilnya beragam olahan yang siap pasar, antara lain:
- Nugget lele yang dipadukan wortel
- Stik lele
- Kerupuk lele
- Sambal ikan cakalang
Menurut Diana, salah satu produk unggulan, nugget lele dengan wortel, kini menjadi produk binaan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi. Produk tersebut juga dimanfaatkan sebagai bagian program penanganan stunting dan pemenuhan gizi ibu hamil di beberapa desa.
Kami ingin semua bagian ikan bisa dimanfaatkan. Dari kepala, daging sampai kulitnya bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi
Pemasaran dan dampak ekonomi
Mina Jawi Andiena memasarkan produknya lewat penjualan langsung, media sosial, dan toko frozen food. Langkah ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan pembudidaya sekaligus mendorong masyarakat lebih gemar mengonsumsi ikan.
Dengan memaksimalkan pengolahan, UMKM ini membantu menyerap hasil panen yang sebelumnya sulit dijual. Selain menambah pendapatan, strategi pengolahan juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal dan diversifikasi produk pangan bergizi.
Prospek dan tantangan
Ke depan, tantangan yang dihadapi termasuk peningkatan kapasitas produksi, standar keamanan pangan, dan perluasan jaringan distribusi. Dukungan pemerintah daerah dan pelatihan pengemasan dapat mempercepat skala usaha sehingga manfaat ekonomi dan gizi semakin luas.
Penekanan: Pemanfaatan seluruh komponen ikan dan inovasi produk menjadi kunci menaikkan nilai jual dan keterlibatan komunitas dalam rantai nilai perikanan lokal.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...