OJK Dukung Literasi Keuangan untuk Ahli Waris BPJS
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan dukungan untuk program pemberdayaan ekonomi bagi ahli waris dan penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Pernyataan itu disampaikan pada pertemuan di Gedung BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin, 13 Juli 2026. OJK menawarkan kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta, Rumah BUMN, dan anggota Himbara untuk meningkatkan literasi keuangan.
Kolaborasi lintas lembaga
OJK Kantor Regional Jabodebek menyatakan kesiapan bekerja sama agar program berjalan terpadu. Usaha sinergi ini dimaksudkan agar berbagai pelatihan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi dan berkelanjutan.
"Kami dari kantor OJK Jabodebek, tentunya sangat mendukung dan sangat siap untuk berkolaborasi, dengan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI. Beserta dengan teman-teman dari Rumah BUMN, dan juga dari Himbara," ujar Edwin Nurhadi.
Kolaborasi ini mencakup dukungan teknis literasi keuangan dari OJK serta fasilitasi program pemberdayaan dari BPJS Ketenagakerjaan dan Rumah BUMN.
Institusi yang terlibat
- OJK Kantor Regional Jabodebek
- BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta
- Rumah BUMN
- Anggota Himbara (bank milik negara)
- Bank Indonesia dan dinas terkait (sebagai program pelatihan pendukung)
Modal awal jadi fokus pemberdayaan
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan menekankan perbedaan penting antara peserta program ini dengan penerima pelatihan umum. Banyak program pelatihan lain berhasil memberi keterampilan, namun peserta sering kali tidak memiliki modal untuk memulai usaha.
"Para peserta ini sudah punya modal awal, yaitu manfaat. Dan kemudian ada kami yang akan membantu memfasilitasi mereka sampai dengan mereka bisa produktif," kata Saiful Hidayat.
BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan dana santunan atau manfaat jaminan sosial dapat dimanfaatkan secara produktif sehingga mendukung kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.
Rangka program dan dampak
Program dirancang untuk menggabungkan kekuatan ekosistem: literasi keuangan OJK menguatkan pemahaman pengelolaan dana, sementara pelatihan Rumah BUMN dan program Himbara menyiapkan keterampilan usaha.
Dengan pendekatan terpadu, diharapkan peserta tidak hanya mendapat pengetahuan, tetapi juga akses modal, bimbingan, dan jejaring pasar. Pendekatan ini dipandang lebih efektif dibandingkan pelaksanaan program yang terfragmentasi.
Ke depan, kolaborasi tersebut diarahkan pada penyusunan program terpadu yang bisa direplikasi di wilayah lain, dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...