Aceh Besar Percepat Normalisasi Saluran di Cot Lamee
Kota Jantho – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana dengan memanfaatkan bantuan Presiden RI Prabowo Subianto untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Bupati H. Muharram Idris meninjau langsung proyek normalisasi saluran pembuangan di Gampong Cot Lamee, Kecamatan Kuta Baro, Kamis (21/5), untuk memastikan pelaksanaan sesuai target dan memberi manfaat bagi warga.
Kunjungan lapangan dan tujuan
Dalam peninjauan, Bupati didampingi Asisten I Setdakab M. Ali, Kepala Dinas PUPR Ir. Syahrial Amanullah, dan Kalaksa BPBD Ridwan Jamil. Tim melihat progres pekerjaan sekaligus memeriksa titik-titik yang sering menyebabkan banjir saat musim hujan.
Tujuan utama kunjungan adalah memastikan proyek berjalan tepat waktu dan berdampak langsung pada perlindungan lahan pertanian serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Rincian bantuan dan program
Kabupaten Aceh Besar menerima alokasi anggaran dari Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang bersumber dari bantuan Presiden. Dana ini ditujukan untuk berbagai pekerjaan infrastruktur yang terdampak bencana hidrometeorologi.
- Normalisasi saluran pembuangan: 19 paket
- Perbaikan tebing sungai: 3 paket
- Rehabilitasi bendungan: 2 paket
- Perbaikan jembatan gantung: 2 paket
- Rehabilitasi jalan: 1 paket
Dana bantuan Presiden ini digunakan untuk menormalisasi saluran pembuangan sebanyak 19 paket, perbaikan tebing sungai tiga paket, rehabilitasi dua bendungan, perbaikan dua jembatan gantung, serta satu paket rehabilitasi jalan.
— H. Muharram Idris, Bupati Aceh Besar
Dampak terhadap pertanian dan warga Cot Lamee
Keuchik Gampong Cot Lamee, Rizal Kamal, menyampaikan bahwa saluran irigasi di wilayahnya sering tersumbat dan menyebabkan banjir. Kondisi ini berulang mengakibatkan beberapa kali gagal panen bagi petani setempat.
Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bupati Aceh Besar. Selama ini saluran pembuangan yang tersumbat sering menyebabkan banjir dan mengganggu aktivitas pertanian warga. Dengan adanya normalisasi ini, kami berharap petani dapat kembali bertani dengan tenang tanpa khawatir banjir.
— Rizal Kamal, Keuchik Gampong Cot Lamee
Normalisasi diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi genangan dan memperkuat ketahanan infrastruktur pertanian. Perbaikan tersebut juga diharapkan mendukung kelangsungan ekonomi warga yang bergantung pada sektor pertanian.
Prospek ke depan
Pemerintah daerah menegaskan komitmen melanjutkan pemantauan hingga pekerjaan selesai. Selain memperbaiki fisik infrastruktur, upaya ini juga berfungsi mengurangi risiko bencana di masa mendatang dan menjaga produktivitas pertanian di Aceh Besar.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Doli Kecam Kasus Pencabulan Anak di Tanjungbalai
Doli kecam dugaan pencabulan anak 12 tahun di Tanjungbalai, mendesak penahanan pelaku dan pendampingan korba...
Kapolres Akan Periksa Lokasi Dugaan Galian C Ilegal di Dolok
Kapolres Paluta akan memeriksa dugaan galian C ilegal dan stone crusher aktif di Kecamatan Dolok yang diduga...
Publik Kritik Ketidaktransparanan Data Pengunjung PRSU ke-50
Warga dan wakil rakyat mengkritik ketidaktransparanan data pengunjung PRSU ke-50; desaakan turunkan harga ti...
Malam Kesenian Sergai di PRSU 2026 Tekankan Pelestarian Budaya
Bupati Sergai buka Malam Kesenian di PRSU 2026, tekankan pelestarian budaya dan promosi potensi daerah untuk...
Pemkab Tapanuli Utara Gelar Bimtek di Medan, DPRD Kritisi Efisiensi
Pemkab Tapanuli Utara menggelar Bimtek kepala desa di Medan 23–26 Juli 2026, meski DPRD mengusulkan kegiatan...
Puting Beliung Rusak 5 Rumah di Binjai, Pemko Salurkan Bantuan
Puting beliung merusak lima rumah di Binjai pada 23 Juli; Pemko turun tangan menyalurkan seng, kayu, serta p...