Politik

Musyawarah Agama 10 Kabupaten Digelar di Magetan

Bagikan:
Pengajian Akbar Musyawarah Agama 10 Kabupaten di Pondok Pesantren Al Mutaqin, Magetan

MAGETAN — Pelaksana Tugas Ketua DPRD Kabupaten Magetan, H. Suyatno SSos, hadir pada Pengajian Akbar dan Musyawarah Agama 10 Kabupaten yang digelar Jumat, 5 Juni 2026, di Pondok Pesantren Al Mutaqin, Desa Bogoarum, Kecamatan Plaosan, Magetan. Acara diikuti ribuan jemaah dari berbagai kabupaten untuk mempererat silaturahmi dan membahas sinergi keagamaan di era modern.

Rangkaian acara dan penceramah utama

Pengajian berskala besar ini menghadirkan KH. Ubaidillah Ahror, pengasuh Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, sebagai mubaligh utama. Kehadiran tokoh agama itu menjadi magnet bagi jamaah dan delegasi dari kabupaten-kabupaten peserta.

Delegasi dari 10 kabupaten

Acara merupakan forum lintas wilayah yang dihadiri delegasi dari 10 kabupaten. Keikutsertaan mereka menjadi bukti bahwa pertemuan keagamaan dapat berlangsung antarkawasan.

  • Magetan
  • Ngawi
  • Blora
  • Madiun
  • Ponorogo
  • Pacitan
  • Trenggalek
  • Tulungagung
  • Kediri
  • Nganjuk

Dukungan legislatif dan dampak ekonomi

Suyatno menyatakan dukungan penuh dari pihak legislatif terhadap kegiatan lintas kabupaten tersebut. Ia menyebut musyawarah ini bukan sekadar ritual, tetapi juga wadah penguatan hubungan antarkomunitas agama.

Kehadiran delegasi dari 10 kabupaten membuktikan bahwa Magetan, khususnya Desa Bogoarum, mampu menjadi tuan rumah yang baik dalam simpul-simpul musyawarah keagamaan.

Selain aspek spiritual, Suyatno menyoroti efek berganda kegiatan semacam ini terhadap perekonomian lokal. Ia menilai gelaran yang menarik massa besar dapat menggerakkan usaha mikro, pedagang kaki lima, dan layanan jasa di sekitar lokasi acara.

Kegiatan keagamaan yang menyedot massa besar secara langsung akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar. Spiritualitas terjaga, ekonomi masyarakat berdaya.

Sinergitas ulama dan umara

Suyatno menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan umara dalam menjawab tantangan zaman. Ia mendorong agar pemerintah daerah dan pemuka agama bersinergi untuk memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa mengikis nilai-nilai agama.

Islam itu selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang terus-menerus kita hadapi. Kita dapat memanfaatkannya untuk memberikan kontribusi terhadap nilai-nilai Islam tersebut, sehingga jadikan modernitas bukan sebagai ancaman bagi Islam.

Penutup: harapan keberlanjutan kegiatan

Penyelenggara dan peserta berharap musyawarah ini menjadi agenda rutin yang berkelanjutan. Selain memperkuat ukhuwah, kegiatan serupa diharapkan terus memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi komunitas lokal di Kabupaten Magetan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait