Muktamar Ke-35 NU di Jombang: Harapan Tenang dan Dampak Ekonomi
Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama
Persiapan dan potensi ekonomi lokal
Sejumlah warung dan penginapan di sekitar lokasi sudah bersiap menyambut kedatangan ribuan nahdliyin dari berbagai daerah. Warga melihat muktamar sebagai peluang ekonomi melalui penyewaan rumah, perdagangan, dan layanan selama rangkaian acara.
- Penyewaan rumah dan kos untuk peserta
- Perdagangan makanan dan kebutuhan harian
- Jasa transportasi dan katering lokal
Kenangan Muktamar 2015 dan kekhawatiran warga
Banyak warga setempat mengingat dinamika Muktamar ke-33 NU di Jombang (1-5 Agustus 2015) yang sempat memanas. Persoalan tata tertib dan penerapan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) membuat sidang berlangsung alot dan sempat diskors.
“Saya khawatir deadlock dan molor seperti 2015,”
Ucapan itu disampaikan Supriyanto (48), yang akrab disapa Yanto, Minggu, 22 Agustus 2026. Yanto menekankan bahwa ketegangan bukan hanya berdampak pada arena sidang, tetapi juga suasana warga sekitar yang ingin memberi sambutan terbaik bagi tamu.
Isu politik dan legitimasi kepemimpinan
Selain kekhawatiran soal proses sidang, isu dugaan manipulasi politik dan politik uang mulai muncul di kalangan nahdliyin. Warga menyatakan mereka tidak terlibat dalam penyusunan tata tertib, namun memperhatikan proses suksesi yang menentukan legitimasi kepemimpinan NU.
Anis (39), yang pernah menjadi panitia teknis Muktamar ke-33, menilai pengalaman sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi. Menurutnya, kelancaran proses suksesi penting agar pemimpin yang terpilih memiliki legitimasi yang diterima secara lahir dan batin oleh warga NU.
“Pemimpin yang lahir dari muktamar harus memiliki legitimasi yang dapat diterima secara lahir maupun batin oleh warga NU,”
Harapan warga dan penutup
Warga Jombang berharap muktamar berlangsung aman, tertib, dan sesuai jadwal, sehingga manfaat ekonomi hadir tanpa menimbulkan konflik terbuka. Perbedaan pilihan dipandang wajar, tetapi harus tetap berada dalam koridor musyawarah demi persatuan organisasi.
Dengan persiapan yang berjalan, masyarakat setempat menaruh harapan sederhana: muktamar berjalan tuntas tanpa deadlock, bebas dari praktik yang mencederai proses organisasi, dan menghasilkan kepemimpinan dengan legitimasi kuat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Pencegahan Karhutla di Cengal
Polisi, TNI, perangkat desa, masyarakat, dan perusahaan bersinergi cegah karhutla di Cengal usai titik panas...
Polri Perkuat Penanganan Gempa NTT, Tim K3I Tinjau Lapangan
Tim K3I Stamaops Polri memperkuat pengawasan dan distribusi bantuan pascagempa NTT agar layanan kesehatan da...
Prabowo Hadiri Akad Nikah Sekretaris Pribadi Rizky Irmansyah
Presiden Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya Rizky Irmansyah dengan Chika Yenalovi di JCC, 2...
Hari ke-9 Pasca Gempa: Basarnas Percepat Distribusi Bantuan Lewat Udara
Basarnas mempercepat distribusi bantuan lewat helikopter Dauphin untuk menjangkau wilayah terpencil di Mangg...
Menko Polkam: Indonesia Tak Boleh Jadi Transit Jaringan Narkoba
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan Indonesia tidak boleh menjadi transit, penyimpanan, atau pasar jari...
Prabowo Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan dengan 5 Kebijakan
Presiden Prabowo tetapkan lima kebijakan: pengerahan 1.500 TNI, enam helikopter, OMC, dan fokus lahan gambut...