Nasional

Polri Perkuat Penanganan Gempa NTT, Tim K3I Tinjau Lapangan

Bagikan:
Tim K3I Stamaops Polri meninjau lokasi pengungsian dan distribusi bantuan gempa di NTT

Tim K3I Stamaops Polri memperkuat pengawasan dan koordinasi penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memastikan bantuan dan layanan kesehatan sampai ke masyarakat terdampak. Pemantauan berlangsung di beberapa kabupaten sejak 21–23 Agustus 2026, meliputi Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, dan Nagekeo.

Pemantauan lapangan dan kunjungan

Pemantauan dipimpin Waastamaops Kapolri Irjen Pol Laksana. Kunjungan lapangan dimulai saat Laksana mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 21 Agustus 2026 ke lokasi pengungsian di Kampung Waso, Manggarai Timur, dan Desa Goloconggo, Kabupaten Manggarai.

Sehari berikutnya, Laksana meninjau posko penanganan di Mapolres Manggarai Barat pada 22 Agustus 2026. Tim juga mengecek distribusi bantuan dan kesiapan pos-pos pelayanan di wilayah terdampak.

Distribusi bantuan dan logistik

Koordinasi distribusi dilakukan dari Mapolres ke wilayah terdampak. Wakil Ketua Tim, Brigjen Pol Tri Atmodjo Marawasianto, memimpin konsolidasi di Mapolres Manggarai Barat untuk menyiapkan bantuan menuju Ngada dan Nagekeo.

Bantuan bergerak menggunakan dua kendaraan kecil dan dua truk, dengan pengawalan personel Brimob Polda NTT. Pada 22 Agustus 2026, Laksana mewakili Polri menerima kiriman bantuan kemanusiaan dari Polda Jawa Tengah berupa 12 truk yang akan didistribusikan bertahap ke tujuh kabupaten terdampak.

Fasilitas penunjang dan layanan psikologis

Tim memeriksa kesiapan fasilitas yang mendukung kehidupan pengungsi. Pemeriksaan mencakup:

  • Mobil Water Treatment
  • Randurlap (tenda darurat)
  • Pos Kesehatan Polri
  • Pos Bhayangkari Peduli
  • Pos Pengungsian Polri

Selain logistik, perhatian juga diarahkan pada kondisi psikologis warga, terutama anak-anak. Tim meninjau layanan trauma healing untuk membantu pemulihan rasa aman pascagempa.

Koordinasi, temuan lapangan, dan tindak lanjut

Berbagai temuan di lapangan menjadi bahan evaluasi dan penentuan dukungan lanjutan. Laksana menggelar rapat daring bersama Kapolda NTT dan jajaran kewilayahan untuk menyelaraskan kebutuhan dan jalur distribusi bantuan.

“Kami memastikan penanganan bencana di NTT berjalan secara terkoordinasi, mulai dari kesiapan personel hingga pelayanan kesehatan. Yang paling utama, bantuan Polri harus benar-benar sampai dan dirasakan masyarakat terdampak.”

Menurut Laksana, pemantauan terus dilanjutkan agar perubahan kebutuhan masyarakat segera direspons oleh petugas di lapangan.

“Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat dalam situasi bencana. Koordinasi dengan seluruh pihak akan terus diperkuat agar setiap kebutuhan masyarakat dapat segera direspons.”

Proyeksi penanganan

Dengan pola koordinasi ini, penanganan tidak hanya fokus pada penyaluran logistik. Kehadiran personel, layanan kesehatan, penyediaan air, pengungsian, dan pemulihan psikologis ditangani bersamaan. Tim K3I Stamaops Polri akan terus memantau bersama Polda NTT hingga proses penanganan berjalan sesuai kebutuhan tiap wilayah terdampak.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait