Dokter PDUI Sumut: Waktu Minum Air Tak Otomatis Cegah Stroke
MEDAN — Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Sumatera Utara, dr. Rudi Rahmadsyah Sambas, mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya klaim bahwa waktu minum air tertentu dapat langsung mencegah stroke, serangan jantung, atau menurunkan tekanan darah. Ia menegaskan yang terpenting adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi setiap hari.
Hidrasi lebih penting daripada jam minum
Dr. Rudi menjelaskan bahwa kebiasaan minum pada momen tertentu, seperti setelah bangun tidur, sebelum makan, atau sebelum tidur berguna untuk menjaga cairan tubuh. Namun, waktu minum saja tidak cukup untuk mencegah penyakit kardiovaskular.
Ia menekankan bahwa kebutuhan cairan setiap orang berbeda, tergantung usia, aktivitas, cuaca, dan kondisi kesehatan. Oleh karena itu, fokus utama sebaiknya pada kecukupan hidrasi, bukan sekadar jadwal.
Rekomendasi asupan air
Menurut dr. Rudi, orang dewasa umum dianjurkan mengonsumsi sekitar 8–10 gelas air per hari. Minum dua gelas setelah bangun tidur membantu mengganti cairan yang hilang selama tidur. Sementara itu, minum sebelum makan berfungsi mendukung proses pencernaan dan menjaga hidrasi.
Untuk malam hari, ia mengingatkan agar minum sebelum tidur secukupnya agar tubuh tidak dehidrasi, tetapi juga tidak berlebihan sehingga mengganggu kualitas tidur.
Tips praktis untuk pola minum sehat
- Minum 1–2 gelas setelah bangun tidur untuk mengganti cairan yang hilang selama tidur.
- Penuhi target 8–10 gelas per hari, sesuaikan dengan aktivitas dan cuaca.
- Minum sekitar 30 menit sebelum makan agar tubuh tetap terhidrasi dan pencernaan terbantu.
- Jangan menunggu sampai haus, karena rasa haus adalah tanda awal kekurangan cairan.
- Batasi minuman manis; utamakan air putih sebagai sumber cairan utama.
"Batasi minuman manis, utamakan air putih sebagai sumber cairan utama. Sebelum tidur secukupnya, hindari berlebihan agar tidak mengganggu kualitas tidur,"
Dr. Rudi juga mengimbau masyarakat untuk mendapatkan informasi kesehatan dari sumber kredibel dan menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh. Selain cukup minum air, langkah lain yang penting adalah makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, serta mengontrol tekanan darah dan gula darah.
Dengan pendekatan menyeluruh tersebut, pengendalian risiko penyakit kardiovaskular menjadi lebih realistis ketimbang mengandalkan klaim bahwa waktu minum air tertentu dapat langsung mencegah penyakit serius.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Polsek Aek Natas Bekuk Pengedar, Sita Sabu 1,95 Gram di Perkebunan
Unit Reskrim Polsek Aek Natas menangkap RS alias Gobang (33) di perkebunan sawit Labuhanbatu Utara dan menyi...
DPRD Batubara Sampaikan Perubahan Propemperda 2026
DPRD Batubara menyampaikan perubahan Propemperda 2026 pada 9 Oktober, mencakup penambahan satu Ranperda dan...
T. Haris Fadhillah Daftar Calon Ketua PWI Aceh 2026–2031
T. Haris Fadhillah mendaftar sebagai calon Ketua PWI Aceh 2026–2031, mengusung penguatan SDM, transformasi k...
PUPR Banda Aceh Survei 6 Manhole Rusak di Jalan Tgk. Daud Beureueh
Dinas PUPR Banda Aceh temukan enam manhole rusak di Jalan Tgk. Daud Beureueh; dua sudah diperbaiki, sisanya...
Enam Siswa Dirawat, Kondisi Korban Keracunan MBG di Medan Membaik
RSU IPI Medan: enam siswa korban keracunan MBG dirawat, dua sudah pulang setelah kondisi membaik; empat masi...
Sumut Dapat 15.011 Unit Bedah Rumah 2026, Ribuan Belum Diverifikasi
Sumut mendapat 15.011 unit bedah rumah 2026, namun 5.943 unit belum didata; Pemprov diminta percepat koordin...