PDI Perjuangan Magetan Gelar Gerakan Merawat Pertiwi Rawat Punden Desa
PDI Perjuangan Magetan bersama warga merawat punden, makam leluhur, dan situs sejarah lewat Gerakan Merawat Pertiwi pada Bulan Bung Karno 2026.
MAGETAN — Kader PDI Perjuangan Kabupaten Magetan turun ke lapangan pada Minggu (21/6/2026). Mereka bergotong royong membersihkan dan menata punden desa, makam tokoh leluhur, serta situs bersejarah. Kegiatan ini digelar dalam rangka Bulan Bung Karno untuk menjaga warisan budaya dan memperkuat kearifan lokal.
Aksi di beberapa kecamatan
Aksi kerja bakti berlangsung di beberapa kecamatan. PAC setempat bergerak bersama warga untuk melakukan pembersihan, pengecatan, dan penataan lingkungan sekitar situs.
- PAC Karangrejo: kerja bakti dan pengecatan Punden Desa Gebyok.
- PAC Maospati: pembersihan dan pengecatan pagar Punden Desa Klagen Gambiran.
- PAC Lembeyan: pemeliharaan tiga punden di Desa Nguri.
- PAC Parang: penataan Punden Krapyak atau Makam Joko Mustakim di Desa Sayutan.
- PAC Magetan: bakti sosial di kawasan Makam Eyang Yosonegoro, Kelurahan Tambran.
Alasan dan makna kegiatan
Nanang Sapto Aji, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan, menegaskan punden dan situs leluhur memuat nilai spiritual sekaligus sejarah panjang komunitas desa. Ia mengingatkan pentingnya merawat jejak budaya agar hubungan dengan akar tetap terjaga.
"Setiap desa memiliki cerita, tokoh, dan jejak sejarahnya sendiri. Punden-punden itu adalah pengingat perjalanan panjang masyarakat desa. Kalau tidak dirawat, kita bisa kehilangan hubungan dengan akar budaya kita sendiri," kata Nanang.
Menurut Nanang, pembangunan tidak cukup hanya terlihat dari infrastruktur fisik. Pelestarian situs budaya juga bagian dari pembangunan identitas. Ia menyambungkan semangat ini dengan ajaran Bung Karno yang menempatkan sejarah sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
"Merawat punden dan situs leluhur bukan berarti hidup di masa lalu. Dengan memahami akar sejarah dan budaya, kita memiliki pijakan yang kuat untuk melangkah ke masa depan," ujarnya.
Dampak dan langkah ke depan
Gerakan ini bertujuan menghidupkan kembali budaya gotong royong. Selain menjaga cagar budaya lokal, kegiatan juga diharapkan menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa warisan desa adalah aset antargenerasi.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan dilanjutkan dan diperluas ke desa lain. Upaya ini diharapkan mendorong partisipasi warga dalam pemeliharaan situs sejarah serta memperkuat identitas komunitas di tengah arus modernisasi.
Gerakan Merawat Pertiwi diposisikan sebagai langkah konkret menjaga memori kolektif sekaligus menguatkan nilai kebersamaan di tingkat desa.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PDI Perjuangan Magetan Gerakkan 18 Kecamatan untuk Merawat Pertiwi
PDI Perjuangan Magetan menggerakkan kader di 18 kecamatan lewat Gerakan Merawat Pertiwi, dengan aksi bersih...
Haul Bung Karno di Kediri: Doa Lintas Agama Libatkan Gen Z dan Ojol
Haul Bung Karno di Kediri digelar DPC PDI Perjuangan, menghadirkan 60 Gen Z/Alpha dan 15 pengemudi ojol untu...
Soekarno Fun Walk 2026: Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat di Tulungagung
Soekarno Fun Walk 2026 di Tulungagung dihadiri ribuan warga. Acara oleh DPC PDI Perjuangan mengusung misi ke...
Kerja bakti Tugu Pancasila Magetan: PAC PDI-P Cat Tugu di Takeran
PAC PDI-P Takeran dan warga mengecat Tugu Pancasila di Magetan pada 21 Juni 2026 untuk memperingati Bulan Bu...
Haul Bung Karno ke-56: PDI Perjuangan Trenggalek Gelar Semaan dan Tumpengan
DPC PDI Perjuangan Trenggalek memperingati Haul Bung Karno ke-56 dengan semaan Alquran, doa, dan tumpengan u...
1 Juta Sholawat untuk Bung Karno dan Kedamaian Negeri
DPC PDI Perjuangan Jember menggelar 1 Juta Sholawat pada 21 Juni 2026 sebagai bagian dari Bulan Bung Karno u...