Nasional

Menkeu: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Gejolak

Bagikan:
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berbicara dalam Rapat Paripurna DPR RI di Senayan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Pertumbuhan ekonomi dan indikator utama

Purbaya melaporkan perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen pada 2025. Angka itu dicapai meski tekanan ekonomi internasional cukup besar, dan menurutnya menunjukkan daya tahan ekonomi domestik.

Indikator Angka 2025
Pertumbuhan ekonomi (PDB) 5,11%
Konsumsi rumah tangga 4,98%
Pembentukan modal tetap bruto 5,09%
Inflasi 2,92%

Peran domestik sebagai penopang

Purbaya menilai pertumbuhan didorong oleh aktivitas domestik yang kuat. Konsumsi rumah tangga dan investasi tercatat tumbuh, menandakan permintaan internal masih menopang perekonomian.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa peran belanja negara turut penting sebagai bantalan terhadap guncangan eksternal.

"Kekuatan ekonomi domestik tersebut tidak lepas dari optimalnya peran APBN sebagai shock absorber. Untuk melindungi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung agenda pembangunan,"

Inflasi dan kebijakan fiskal

Selain pertumbuhan, pemerintah berhasil menjaga inflasi pada level terkontrol. Inflasi 2025 berada pada 2,92 persen, masih dalam rentang sasaran otoritas.

Purbaya menegaskan capaian inflasi merupakan hasil sinergi kebijakan, antara lain penguatan pasokan serta koordinasi distribusi barang. Ia juga menyebut kebijakan fiskal sepanjang 2025 ditempuh secara ekspansif untuk mendukung pertumbuhan, namun defisit anggaran tetap dipertahankan pada tingkat aman.

"Namun kita patut bersyukur, di tengah gejolak tersebut, stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga yang tercermin dalam beberapa indikator utama. Ekonomi pada 2025 tumbuh 5,11 persen,"

Implikasi dan prospek

Kekuatan indikator domestik memberi ruang bagi pemerintah untuk melanjutkan agenda pembangunan sambil menjaga kewaspadaan terhadap risiko global. Ke depan, koordinasi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil akan krusial untuk mempertahankan momentum.

Jika dukungan kebijakan dan kondisi eksternal membaik, pertumbuhan yang resilient dapat berlanjut pada periode berikutnya.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait