Tia Ayu Desak Pemko Realisasikan 30% Pembangunan untuk Medan Utara
Medan — Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan, Tia Ayu Anggraini, mendesak Pemerintah Kota Medan segera merealisasikan komitmen percepatan pembangunan di kawasan Medan Utara. Ia meminta alokasi sekitar 30 persen dari total anggaran pembangunan benar-benar diwujudkan menjadi program konkret yang dirasakan masyarakat, Selasa (4/8).
Kebutuhan infrastruktur dasar yang mendesak
Tia menyatakan banyak persoalan infrastruktur dasar di Medan Utara belum tertangani maksimal. Permasalahan itu menahan potensi ekonomi kawasan meski wilayah tersebut memiliki peluang pengembangan yang besar.
Menurutnya, alokasi anggaran harus diarahkan untuk memperbaiki kondisi yang langsung berdampak pada kualitas hidup warga. Perbaikan jalan, sistem drainase, dan penerangan menjadi prioritas yang harus segera ditangani.
Keluhan warga: jalan rusak, PJU mati, dan banjir
Politikus Gerindra itu mengungkap keluhan berulang dari warga, termasuk lampu penerangan jalan yang banyak tidak berfungsi. Kondisi itu, kata Tia, mengganggu keamanan serta aktivitas malam hari warga.
Selain penerangan, sejumlah titik jalan berlubang dinilai membahayakan pengguna dan menghambat mobilitas. Banjir saat hujan turun juga masih kerap terjadi karena drainase belum optimal, banyak saluran mengalami pendangkalan dan penyumbatan.
"Medan Utara memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Namun potensi itu tidak akan berkembang jika persoalan infrastruktur dasar terus dibiarkan,"
Peran DPRD dan harapan ke Pemerintah Kota
Sebagai fungsi pengawasan, Fraksi Gerindra akan terus mendorong agar program pembangunan menyentuh persoalan utama masyarakat. Tia menekankan kritik tersebut bukan ditujukan pada pribadi, melainkan pada kebijakan agar lebih berpihak kepada kebutuhan warga.
"Kritik ini bukan ditujukan kepada pribadi siapa pun, tetapi kepada kebijakan pemerintah agar lebih berpihak kepada kebutuhan masyarakat. Warga Medan Utara membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar wacana pembangunan,"
Ia berharap Pemko mempercepat perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, dan penerangan jalan agar kualitas hidup meningkat dan ruang bagi pertumbuhan ekonomi kawasan terbuka.
Implikasi dan langkah ke depan
Realisasi alokasi 30 persen akan menjadi tolok ukur komitmen pemerintah terhadap pemerataan pembangunan di Kota Medan. Jika terealisasi, perbaikan infrastruktur dapat mengurangi keluhan warga sekaligus membuka peluang ekonomi baru di Medan Utara.
Fraksi Gerindra menyatakan akan terus mengawasi pelaksanaan program tersebut agar tidak berhenti pada janji, melainkan menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat kawasan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Banding Penuntut Umum Ditolak di Kasus Korupsi Westafel
Pengadilan Tinggi Banda Aceh menolak banding Penuntut Umum dalam kasus korupsi westafel karena aturan KUHAP...
Peserta JKN Keluhkan Diminta Unduh Mobile JKN saat Sakit
Peserta JKN di Medan mengeluh diminta mengunduh Mobile JKN saat sakit; BPJS: aplikasi dianjurkan, pendaftara...
Wakapolres Cek Pelayanan Samsat Labuhanbatu, Tekankan Profesionalisme
Wakapolres Labuhanbatu melakukan pengecekan pelayanan di Kantor Samsat Rantauprapat pada 3 Agustus untuk mem...
Polsek Padang Tualang Patroli di Jembatan Darurat Bukit Lawang
Polsek Padang Tualang melakukan patroli di jembatan darurat Bukit Lawang–Tangkahan, Senin (3/8), untuk jaga...
Rico Waas Janji Tindaklanjuti Aspirasi Warga lewat WhatsApp
Wali Kota Medan Rico Waas berjanji menindaklanjuti aspirasi warga lewat WhatsApp, langkah yang diapresiasi D...
Simalungun Tampil di Indonesia Fashion Week 2026 dengan Wastra Ulos
Simalungun tampil di BTN Indonesia Fashion Week 2026 dengan stan promosi dan peragaan busana ulos, didamping...