Mayat Pengemudi Taksi Ditemukan Kaki Terikat di Hamparan Perak
Deliserdang — Seorang pria berinisial RA (25) ditemukan tewas di kebun tebu, Buluh Cina, Kecamatan Hamparan Perak, pada Kamis (13/8) malam. Korban yang tinggal di Medan Helvetia itu diduga menjadi korban perampokan dan pembunuhan setelah tubuhnya ditemukan terlentang dengan kedua kaki terikat dan sejumlah luka memar.
Temuan di lokasi
Petugas menemukan jasad RA mengenakan celana pendek biru dan kaos putih. Posisi tubuh terlentang dan kondisi kedua kaki terikat menjadi indikasi tindakan kekerasan sebelum kematian. Tim menemukan bekas memar pada tubuh dan wajah korban yang diduga akibat penganiayaan.
Penyelidikan polisi
Direktorat Reskrimum Polda Sumut melalui unit Jatanras menurunkan personel untuk menyelidiki kejadian ini. Penyelidikan melibatkan tim identifikasi dan penyidik kejahatan untuk mengumpulkan bukti serta memeriksa saksi di sekitar lokasi kejadian.
"Saya bersama personel sudah turun ke lokasi (TKP) melakukan penyelidikan, mudah-mudahan kasus penemuan mayat itu dapat segera diungkap,"
— Kompol Jama Kita Purba, Kasubdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut.
Menurut keterangan kepolisian, personel Inafis telah melakukan identifikasi dan sudah mengidentifikasi identitas pelaku, serta memeriksa sejumlah saksi untuk menguatkan penyelidikan. Namun, kasus ini masih berjalan dan polisi belum merilis detail lebih lanjut mengenai tersangka atau motif secara resmi.
Kondisi korban dan dugaan motif
Sumber awal menyebut korban bekerja sebagai pengemudi taksi online dan telah menekuni pekerjaan itu hampir satu tahun. Dari kondisi tubuh dan barang-barang di sekitar TKP, penyidik menduga ada indikasi perampokan yang berujung pada pembunuhan, meski hal ini masih terus diperiksa.
Langkah selanjutnya
Polisi melanjutkan olah TKP, pemeriksaan saksi, dan pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab kematian dan susunan kronologi kejadian. Masyarakat di sekitar Hamparan Perak diimbau untuk memberikan informasi yang relevan kepada aparat guna mempercepat proses penegakan hukum.
Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan pelaku kekerasan terhadap pekerja transportasi online, sehingga aparat menargetkan pengungkapan cepat dan transparan demi keadilan bagi korban serta keamanan publik.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...