Material Baru Temuan NASA Bisa Jadi Kunci Pemanfaatan Bulan
Peneliti NASA menemukan material baru yang berpotensi mempermudah proses pelelehan batuan Bulan, membuka jalan pemanfaatan sumber daya lokal untuk misi jangka panjang. Penemuan diumumkan pada 26 Mei 2026 dan melibatkan Kevin Yu dari Laboratorium Propulsi Jet serta Jamesa Stokes dari NASA Glenn.
Penemuan dan konteks penelitian
Tim meneliti interaksi antara debu Bulan simulasi dengan berbagai senyawa untuk mengekstraksi logam dan oksigen dari batuan Bulan. Dalam rangkaian uji itu, mereka mencampurkan debu simulasi dengan beberapa komponen, termasuk scandium oxide, lalu memanaskannya pada suhu sangat tinggi.
Secara tak sengaja, proses pemanasan menghasilkan zat baru yang belum tercatat dalam basis data material ilmiah. Penemuan ini dianggap langkah penting dalam upaya membuat astronot dapat "hidup dari sumber daya lokal" saat menjalankan misi di Bulan.
Sifat material dan hasil uji
Hasil pengujian menunjukkan material tersebut memiliki ketahanan tinggi terhadap panas dan korosi. Material itu tetap stabil pada suhu ekstrem yang diperlukan untuk pelelehan batuan Bulan.
Pengujian awal juga menandai bahwa produksi material ini berbiaya lebih efisien dibandingkan penggunaan logam mulia seperti platinum, yang selama ini kerap dipakai pada kondisi serupa.
Potensi aplikasi untuk misi Bulan
Temuan ini membuka peluang pengembangan teknologi pemrosesan sumber daya in-situ (ISRU) di Bulan. Di antaranya:
- Pembuatan pipa atau wadah yang menampung material cair bersuhu tinggi.
- Pelapis komponen mesin yang membutuhkan ketahanan pada suhu ekstrem.
- Pengolahan logam dan ekstraksi oksigen untuk bahan bakar dan sistem penunjang kehidupan.
Karakteristik material yang tahan panas dan korosi membuatnya relevan tidak hanya untuk struktur di Bulan, tetapi juga sebagai pelapis untuk mesin yang beroperasi pada suhu tinggi.
Langkah selanjutnya
Para peneliti menyatakan perlu serangkaian uji lanjutan untuk mengkarakterisasi sifat mekanik dan kimiawi material ini secara lebih rinci. Selain itu, penelitian akan fokus pada skala produksi yang layak untuk aplikasi di permukaan Bulan.
Jika dikembangkan lebih lanjut, material ini dapat menurunkan biaya infrastruktur dan logistik misi Bulan dengan meminimalkan kebutuhan pengiriman material dari Bumi.
"hidup dari sumber daya lokal"
Penemuan ini menegaskan peran riset material dalam mewujudkan eksplorasi Bulan yang lebih mandiri dan berkelanjutan ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sanksi Balap Liar: Ancaman Pidana hingga Denda Rp3 Juta
Pelaku balap liar terancam kurungan hingga 1 tahun atau denda Rp3 juta sesuai UU No.22/2009 Pasal 115 dan 29...
Juno Ungkap Panas Bawah Permukaan Io, Bulan Vulkanik Jupiter
Juno mengukur pemanasan beberapa meter di bawah permukaan Io saat lintasan Des 2023 dan Feb 2024, mengungkap...
Io, Bulan Jupiter, Terus Aktif Secara Vulkanik
Juno mendeteksi sumber panas di bawah permukaan Io, terutama di Zal Montes Patera dan ekuator, menunjukkan a...
Waspada e-Tilang Palsu: Ciri Notifikasi ETLE Resmi
Modus penipuan berkedok notifikasi ETLE marak; kenali ciri notifikasi resmi agar terhindar dari pencurian da...
Akademisi UI Kembangkan Reaktor Pirolisis AI untuk Limbah Peternakan
Akademisi UI ciptakan reaktor pirolisis AI yang ubah limbah domba jadi biochar berkualitas, berpotensi untuk...
UPNVJ Perkuat Mutu dengan Akreditasi Unggul dan Internasional
UPNVJ meningkatkan kualitas lewat akreditasi unggul dan internasional; pendaftar 2026 melebihi 22 ribu, 18 p...