Lokal

Wali Kota Apresiasi Marpesta QRIS Dorong Transformasi Digital

Bagikan:
Wali Kota Wesly Silalahi membuka Marpesta QRIS di Lapangan Adam Malik Pematangsiantar

Pematangsiantar, 30 Agustus 2026 — Wali Kota Wesly Silalahi memberikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar atas penyelenggaraan Marpesta QRIS yang mendorong percepatan transformasi digital dan inklusi keuangan di kota itu.

QRIS sebagai alat pembayaran dan edukasi

Acara puncak Marpesta QRIS digelar bersamaan dengan peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) di Lapangan Adam Malik pada Minggu (30/8). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Siantar QRIS Run 2026 yang diikuti ribuan peserta untuk kategori 5K dan 10K.

Wali Kota Wesly menilai QRIS memudahkan transaksi non tunai dan memberi kenyamanan pelaku usaha maupun konsumen.

"Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan inovasi yang memudahkan masyarakat bertransaksi secara non tunai. Dengan satu kode QR, seluruh aplikasi pembayaran dapat menggunakannya,"

Wesly menambahkan bahwa QRIS mempercepat inklusi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Peningkatan rekening pelajar dan transaksi QRIS

Wesly juga mendorong budaya menabung di kalangan pelajar melalui produk keuangan resmi. Ia menyebutkan adanya peningkatan signifikan jumlah rekening pelajar sejak 2024.

Keterangan Angka
Jumlah rekening pelajar (2024) 121.834
Jumlah rekening pelajar (2026) 150.073
Transaksi QRIS (28-29 Agustus 2026) 1.865

"Mari kita jadikan kegiatan gemar menabung sebagai budaya sekaligus mengubah perilaku konsumtif menjadi produktif,"

Peran BI dan rangkaian kegiatan

Kepala KPw BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, mengatakan Marpesta QRIS merupakan wujud kerja sama BI dengan pemerintah daerah. Kegiatan ini juga menjadi bagian peringatan HUT ke-81 RI dan upaya pengembangan ekonomi lokal.

"Kegiatan ini juga mendukung program pemberdayaan masyarakat melalui kompetisi bertema QRIS. Terbaru, kita juga melakukan kampanye Kartu Kredit Indonesia (KKI),"

Selain itu, rangkaian acara mencakup peluncuran program pemberdayaan masyarakat, penyerahan buku tabungan simbolis untuk pelajar, senam, sosialisasi, kuis, pengumuman pemenang lomba, door prize, dan hiburan.

Penyerahan karya dan kehadiran pejabat

Salah satu momen unik adalah penyerahan lukisan karya Wali Kota yang terbuat dari limbah uang. Limbah tersebut berasal dari Limbah Racik Uang Kertas (LRUK), yaitu uang rupiah rusak yang telah dimusnahkan oleh BI.

Acara dihadiri unsur pemerintah daerah dan lembaga terkait, antara lain:

  • Perwakilan Bupati Simalungun
  • Ketua Pengadilan Negeri Rinto Leony Manullang
  • Forkopimda dan pimpinan OPD Pemko
  • Kepala KPw BI Sibolga dan perwakilan KPw BI Sumut
  • Pimpinan perbankan termasuk Bank Sumut dan Bank Sumut Syariah
  • Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) HM. Ali Lubis

Wesly berharap pihak perbankan terus mempermudah akses layanan agar gerakan menabung dan sosialisasi QRIS menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dukungan tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan inklusi keuangan dan memperkuat ekonomi lokal.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait