MAN 2 Malang Perkuat Kewirausahaan Siswa lewat PKWU dan Koperasi
MAN 2 Kota Malang memperkuat pendidikan kewirausahaan untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja dan wirausaha setelah lulus. Program diberikan melalui mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU), didukung fasilitas praktik, dan ekosistem usaha di lingkungan madrasah. Dorongan itu menguat setelah kunjungan Wakil Menteri Perdagangan pada akhir Juli 2026.
Pembelajaran PKWU dan fasilitas praktik
Kepala MAN 2 Kota Malang, Samsudin, mengatakan madrasah memiliki laboratorium PKWU untuk mendukung kegiatan praktik siswa. Pembelajaran tidak hanya fokus pada teori, tetapi menekankan keterampilan riil yang dapat diterapkan saat siswa menyelesaikan pendidikan. Laboratorium menjadi tempat praktik pembuatan produk, manajemen usaha sederhana, dan pelayanan pelanggan.
"Kita tidak hanya akademik yang kita pelajari, tapi yang lain pun harus kita siapkan," kata Samsudin, Jumat 24 Juli 2026.
Koperasi madrasah sebagai ruang usaha dan pembelajaran
Madrasah juga menguatkan ekosistem kewirausahaan melalui koperasi madrasah. Koperasi menyediakan kebutuhan sehari-hari siswa sekaligus menjadi sarana bagi pelaku usaha lokal menjajakan produk mereka. Pendekatan ini memberi pengalaman langsung pada siswa tentang rantai nilai usaha kecil.
- Alat tulis kantor dan perlengkapan belajar
- Makanan dan minuman
- Ruang jual bagi pelaku UMKM lokal
"Yang di koperasi di MAN 2 Kota Malang, yang isi kantin adalah teman-teman pengusaha-pengusaha kecil yang di situ kita siapkan ruang dan tempat untuk berkarya," ujar Samsudin.
Dukungan kebijakan dan program Campuspreneur
Dalam kunjungan itu, Wakil Menteri Perdagangan mendorong penguatan jiwa kewirausahaan generasi muda melalui program Campuspreneur. Pesan ini menjadi motivasi bagi madrasah untuk memperluas pelatihan kewirausahaan dan kolaborasi dengan pelaku usaha setempat. Samsudin menyebutkan upaya tersebut membantu siswa memiliki bekal selain kemampuan akademik.
Manfaat bagi siswa dan UMKM
Keterlibatan UMKM di lingkungan madrasah memberi manfaat ganda. Pertama, pelaku usaha memperoleh pasar dan ruang usaha. Kedua, siswa mendapatkan contoh nyata operasional usaha kecil, mulai pengelolaan modal hingga pelayanan pelanggan. Model ini juga meningkatkan kesiapan lulusan untuk menciptakan peluang usaha sendiri.
Samsudin berharap penguatan pendidikan kewirausahaan berjalan beriringan dengan program lain seperti Sekolah Garuda. Dengan demikian, lulusan MAN 2 Kota Malang dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan tinggi atau langsung memasuki dunia usaha dengan kreativitas dan keterampilan praktis.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...