Malam Merdeka Libatkan Ribuan Talenta Kreatif, Dorong Ekonomi Rakyat
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan rangkaian Malam Merdeka memperingati HUT ke-81 RI melibatkan ribuan talenta kreatif dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin, 17 Agustus 2026. Pemerintah menargetkan perayaan menggabungkan kreativitas, teknologi, dan partisipasi publik untuk mendorong ekonomi rakyat.
Rangkaian acara dan subsektor yang terlibat
Menurut Menekraf, acara menampilkan beragam karya dari banyak subsektor ekonomi kreatif. Keterlibatan ini dimaksudkan memberi ruang bagi pelaku lokal menunjukkan produk dan jasa mereka secara langsung.
- Desain
- Fesyen
- Kuliner
- Musik
- Seni pertunjukan
- Konten digital
- Teknologi baru
Selain pameran dan pertunjukan, acara juga memanfaatkan instalasi teknologi seperti video mapping dan pertunjukan drone untuk menyajikan pengalaman imersif bagi pengunjung.
Kontribusi pelaku ekraf dan karnaval kendaraan hias
Panitia menyebut ada kontribusi besar dari pelaku ekonomi kreatif di setiap segmen acara. Untuk karnaval kendaraan hias saja, tercatat sekitar 3 ribu pelaku ekraf ikut ambil bagian dalam desain dan pelaksanaan.
Gabungan pertunjukan panggung, instalasi, dan karnaval dirancang agar pengunjung tidak hanya menyaksikan, tetapi juga berinteraksi dan melakukan transaksi dengan pelaku usaha lokal.
Pesan empati dari pemerintah
Pemerintah mengimbau agar perayaan tetap berwawasan empati. Pernyataan itu disampaikan Deputi Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Bakom RI, Fahd Pahdepie. Ia menekankan suasana duka akibat bencana di beberapa daerah harus dihormati saat merayakan kemerdekaan.
Atas dasar itu, pelaksanaan kegiatan diminta tidak berlebihan. Tujuan utama adalah menjaga rasa syukur sambil tetap peka terhadap kondisi masyarakat yang terdampak musibah.
Kata Menekraf
"Ini mengusung semangat kebersamaan tanpa sekat, sinergi lintas lembaga untuk satu hari bersama yang berdampak pada ekonomi rakyat,"
Implikasi dan prospek
Perpaduan seni, teknologi, dan perdagangan pada Malam Merdeka diharapkan membuka peluang pasar baru bagi pelaku kreatif. Jika berjalan baik, acara semacam ini dapat menjadi model perayaan yang sekaligus menjadi stimulus ekonomi lokal.
Ke depan, keberlanjutan dampak ekonomi akan bergantung pada sinergi antara penyelenggara, pemerintah daerah, dan pelaku usaha kreatif untuk memfasilitasi akses pasar pasca-acara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...