Hiburan

Makna Lirik 'Sesi Potret': Kehilangan dan Penyesalan yang Menyentuh

Bagikan:
Ilustrasi suasana sendu mewakili lagu Sesi Potret tentang kehilangan dan penyesalan

Penyanyi Eńau dan Ari Lesmana kembali ramai dibicarakan setelah lagu "Sesi Potret" viral di media sosial. Lagu ini menceritakan tentang perjalanan seseorang yang merantau demi membenahi hidup, lalu pulang untuk mendapati orang tercinta telah pergi. Tema kehilangan dan penyesalan menjadi inti yang menyentuh banyak pendengar.

Inti cerita dalam lirik

Lagu menggambarkan tokoh yang memilih merantau karena keterbatasan ekonomi. Ia menunda kepulangan sampai usahanya mulai membuahkan hasil. Kepulangan itu awalnya diharapkan jadi momen bahagia.

Namun kenyataan berubah ketika sambutan hangat tak lagi ada. Gambaran rumah baru dan papan nama pada rumah menjadi simbol bahwa orang yang dirindukan sudah dimakamkan. Kesedihan itu disampaikan melalui lirik yang lugas dan penuh metafora.

Simbolisme dan emosi

"Rumah baru" dan papan bertuliskan nama dipakai sebagai lambang peristirahatan terakhir. Metafora ini memperjelas bahwa perpisahan bukan lagi soal jarak atau waktu. Perubahan susunan foto keluarga di lirik menegaskan bagaimana kehilangan mengubah segala hal.

Lagu juga menyorot pergulatan batin sang tokoh. Kerinduan terus hadir, namun kesempatan bertemu telah hilang. Di bagian akhir, penyesalan menjadi nada dominan karena momen mendampingi orang tersayang terlewatkan.

Respons publik dan relevansi sosial

Sebagai karya yang viral, "Sesi Potret" memicu reaksi beragam dari warganet. Banyak pendengar mengaitkan lagu dengan pengalaman pribadi, seperti perantauan dan kebijakan hidup yang memaksa menunda kepulangan.

Selain itu, lagu ini membuka ruang diskusi soal nilai waktu dan pentingnya memprioritaskan hubungan keluarga. Tema tersebut terasa relevan bagi banyak keluarga perantau di kota besar.

Penutup: catatan bagi pendengar

"Sesi Potret" bukan sekadar lagu sedih. Ia berfungsi sebagai pengingat tentang konsekuensi pilihan hidup, serta nilai momen kebersamaan yang tidak dapat diulang. Bagi pendengar, lagu ini menawarkan refleksi dan dorongan untuk menghargai waktu bersama orang terkasih.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait