Mak'Cheese: Makaroni Keju Cirebon Tembus Pasar Oleh-oleh
Produk makaroni keju Mak'Cheese asal Kabupaten Cirebon kini dipasarkan di toko oleh-oleh sampai luar daerah setelah dua tahun pengembangan resep. Pemilik Indah Lestariningsih mengatakan proses panjang itu diperlukan untuk menyesuaikan cita rasa konsumen, serta disertai pengurusan legalitas dan dukungan pemerintah. Perkembangan produk dipaparkan dalam program UMKM Berbicara pada Senin, 27 Juli 2026.
Perjalanan pengembangan resep
Ide Mak'Cheese muncul saat Indah mencicipi makaroni keju di luar kota dan tidak menemukan produk serupa di Cirebon. Ia lalu berusaha membuat resep sendiri dan melakukan uji coba berulang.
Awalnya saya penasaran setelah mencicipi makaroni keju di luar kota. Sampai di rumah saya mulai mengulik resepnya.
Indah menyebut prosesnya tidak mudah karena belum ada referensi yang pas. Ia melakukan berbagai percobaan dan meminta masukan dari keluarga, tetangga, dan teman agar tekstur dan rasa sesuai harapan.
Prosesnya tidak mudah karena waktu itu belum ada referensi yang benar-benar sesuai. Kurang lebih dua tahun saya melakukan uji coba hingga mendapatkan rasa yang pas
Menurut Indah, formulasi akhir menggunakan sekitar 40 persen keju sehingga menghasilkan cita rasa khas Mak'Cheese.
Legalitas dan dukungan pemerintah
Selain fokus pada rasa, Indah juga mengurus sejumlah aspek formal usaha. Ia menyelesaikan pendaftaran usaha serta sertifikasi yang diperlukan untuk memperluas pasar.
- Pengurusan NIB
- Sertifikasi halal
- Desain kemasan
Indah mengapresiasi bantuan pemerintah yang memudahkan proses tersebut dan turut memperbaiki tampilan produk agar lebih menarik bagi pembeli.
Alhamdulillah saya mendapatkan pendampingan untuk mengurus NIB, legalitas usaha sampai sertifikasi halal. Bahkan desain kemasan juga mendapat bantuan dari pemerintah sehingga produk kami tampil lebih menarik
Strategi pemasaran dan tantangan usaha
Untuk pemasaran, Mak'Cheese mengandalkan kombinasi promosi di media sosial dan rekomendasi dari pelanggan. Indah menilai promosi dari mulut ke mulut sangat efektif dalam membangun kepercayaan calon pembeli.
- Media sosial untuk menjangkau konsumen lebih luas
- Rujukan pelanggan dan toko oleh-oleh sebagai kanal distribusi
Namun ia juga mengingatkan bahwa tantangan tidak hanya soal produksi. Menjaga mental saat menghadapi fluktuasi penjualan dan retur produk menjadi ujian tersendiri bagi pelaku UMKM.
Kalau terjun ke UMKM berarti harus siap dengan segala risiko. Siap saat penjualan naik, tapi juga harus siap ketika omzet turun. Yang paling penting adalah mental dan konsisten menjalankan usaha
Rencana ekspansi
Saat ini Mak'Cheese telah tersedia di toko oleh-oleh di Cirebon, Kuningan, dan Bandung. Ke depan Indah berharap produk bisa menjangkau pasar nasional, masuk supermarket lebih banyak, dan berpotensi diekspor.
Saya berharap lima tahun ke depan Mak'Cheese bisa tersedia di lebih banyak supermarket dan toko oleh-oleh di seluruh Indonesia, bahkan kalau memungkinkan bisa ekspor ke luar negeri
Perjalanan Mak'Cheese menegaskan bahwa konsistensi dan perbaikan produk bertahap menjadi modal utama bagi UMKM untuk berkembang ke pasar yang lebih luas.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...