Wahana Robotik LINK Lolos Uji Awal, Siap Selamatkan Swift
NASA dan Katalyst Space mengumumkan wahana robotik LINK telah menyelesaikan sekitar setengah proses commissioning di orbit per 3 Juli, dan kini bersiap menaikkan ketinggian orbit Neil Gehrels Swift Observatory yang menurun cepat. LINK diluncurkan pada 3 Juli lalu dan tim melakukan aktivasi awal, pemeriksaan sistem, serta pengujian pendorong untuk misi pengangkatan beberapa bulan ke depan.
Proses commissioning: langkah yang sudah dilalui
Sejak peluncuran, tim mengaktifkan panel surya dan membangun komunikasi dengan wahana. Mereka juga menguji sistem kelistrikan dan avionik untuk memastikan semua subsistem bekerja normal. Pemeriksaan ini penting agar wahana siap melaksanakan manuver dekat dengan satelit lain.
Uji propulsi dan rencana menaikkan orbit
Katalyst Space telah menyalakan pendorong berbahan bakar xenon untuk menguji sistem propulsi LINK. Mesin ini akan digunakan untuk mendekati Neil Gehrels Swift Observatory dan secara bertahap menaikkan orbitnya selama beberapa bulan. Proses ini dilakukan bertahap untuk menjaga keselamatan kedua wahana.
Hambatan teknis dan solusi
Pada awal commissioning, tim menemukan beberapa kendala pada sistem komunikasi, kendali sikap, dan salah satu dari tiga roda reaksi wahana. Masalah tersebut berhasil diatasi melalui pembaruan perangkat lunak serta penyesuaian prosedur operasi. Perbaikan ini memungkinkan tim melanjutkan pengujian lanjutan tanpa penundaan besar.
Misi percontohan servis satelit di orbit
Misi LINK adalah bagian dari upaya percontohan layanan robotik di orbit yang bertujuan memperpanjang masa operasi satelit tanpa perlu meluncurkan pengganti. Dengan demonstrasi ini, operator satelit dapat menunda atau menghindari biaya dan risiko peluncuran baru.
Tentang Neil Gehrels Swift Observatory
Neil Gehrels Swift Observatory diluncurkan NASA pada 2004 untuk memantau ledakan sinar gamma atau gamma-ray bursts, salah satu fenomena paling energetik di alam semesta. Menjaga agar observatorium tetap berada di orbit operasional penting untuk kelanjutan pengamatan astronomi berenergi tinggi.
Keberhasilan tahap awal commissioning LINK menunjukkan langkah maju dalam teknologi servis satelit. Ke depan, tim akan fokus pada manuver pengangkatan orbit sambil terus memantau kinerja sistem secara berkala.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
UBT Perkenalkan Teknologi RAS untuk Budidaya Lele di Tarakan
UBT latih Pokdakan Raja Ikan Tarakan menerapkan teknologi RAS untuk hemat air, menjaga kualitas air, dan men...
Dampak Negatif Media Sosial: Kecanduan, FOMO, dan Gangguan Tidur
Media sosial bisa memicu kecanduan, FOMO, gangguan tidur, dan rasa tidak puas diri; kenali tanda serta langk...
Airlangga Temui Wang Yi, Dorong Kerja Sama AI dan Investasi
Airlangga bertemu Wang Yi di Shanghai saat peluncuran WAICO; Indonesia dorong kerja sama AI, percepat akses...
Studentpreneur Bootcamp MCEBI Dorong Wirausahawan Muda
Studentpreneur Bootcamp MCEBI di Universitas Muhammadiyah Malang (17-19 Juli 2026) membekali mahasiswa PTMA...
Ibrahim Al Abrar, Bocah Boyolali Temukan Celah Keamanan NASA
Siswa SD dari Boyolali, Ibrahim Al Abrar, menemukan celah 'broken link hijacking' di domain NASA dan mendapa...
Kabul Budiono Raih Doktor Manajemen Pendidikan
M. Kabul Budiono lulus Doktor Manajemen Pendidikan di Universitas Pakuan dengan predikat Sangat Memuaskan; d...