Dugaan Ledakan di KMP Aceh Hebat 2, 15 Orang Luka Bakar
Polresta Banda Aceh melakukan olah tempat kejadian perkara setelah dugaan ledakan terjadi di KMP Aceh Hebat 2 pada Jumat, 12 Juni, di Pelabuhan Ulee Lheue. Insiden itu menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar dan dievakuasi untuk perawatan di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSZA) Banda Aceh. Polisi turun ke lokasi untuk menyelidiki penyebab ledakan yang diduga berasal dari kamar mesin kapal.
Kronologi kejadian
KMP Aceh Hebat 2 tiba dari Balohan, Sabang, sekitar pukul 10.00 WIB. Tak lama setelah kapal bersandar, terjadi ledakan yang memicu kepanikan di area pelabuhan.
Pada saat kejadian, sejumlah taruna praktik dari Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh Besar sedang mengikuti kegiatan praktik di atas kapal. Mereka diarahkan ke kamar mesin untuk pengenalan peralatan oleh Kepala Kamar Mesin, Agus Widodo.
Ledakan diduga terjadi saat pengoperasian peralatan berupa Electro Motor Hydraulic pintu sekat kedap pada kamar mesin. Sumber ledakan sementara diduga berasal dari ruang Auxiliary Engine, namun penyebab pasti masih dalam penyelidikan.
Evakuasi dan perawatan korban
Seluruh korban dievakuasi secepatnya ke darat dan dibawa ke RSZA untuk perawatan medis. Tim kesehatan rumah sakit memantau kondisi korban dan memberikan penanganan terhadap luka bakar yang dialami.
Polisi memastikan korban mendapatkan perawatan dan kondisinya terus dipantau untuk proses pemulihan.
Proses penyelidikan di lokasi
Unit Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti dan merekonstruksi kronologi kejadian. Penyidik mendokumentasikan lokasi, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sistem dan komponen di sekitar area dugaan ledakan.
Sejumlah saksi juga dimintai keterangan, sementara petugas melakukan pemeriksaan pada area yang diduga menjadi sumber ledakan
Kasatreskrim Kompol Miftahuda Dizha Fezuono menyatakan penyelidikan akan dilanjutkan dengan pendalaman agar penyebab pasti bisa ditentukan. Tim gabungan yang berkompeten di bidang keselamatan pelayaran akan dilibatkan jika diperlukan.
Konteks dan langkah selanjutnya
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan diumumkan. Hingga saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan menganalisis temuan di lapangan.
Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar untuk menetapkan penyebab insiden serta rekomendasi keselamatan agar kejadian serupa dapat dicegah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...