Lamongan Raih Penghargaan Pengelolaan Mangrove di Jatim
Lamongan meraih Penghargaan Dukungan dan Komitmen sebagai Pembina Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove pada Festival Mangrove Jawa Timur ke-10. Penghargaan diserahkan Gubernur Jatim di Pantai Panduri, Kabupaten Tuban, Rabu (29/7/2026), sebagai pengakuan atas langkah konsisten Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam melindungi kawasan pesisir melalui konservasi mangrove.
Penyerahan penghargaan dan makna bagi daerah
Penghargaan itu diterima Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, mewakili pemerintah daerah. Pengakuan tingkat provinsi ini menegaskan posisi Lamongan sebagai daerah yang aktif membentengi pesisir dari abrasi dan dampak perubahan iklim melalui aksi lapangan.
Peran mangrove dan komitmen Pemkab
Wakil Bupati Lamongan menyatakan penghargaan menjadi pemicu untuk memperluas upaya konservasi. Ia menekankan peran mangrove sebagai pelindung alami pesisir dan habitat biota laut, sekaligus penopang mata pencaharian masyarakat pesisir.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat upaya perlindungan ekosistem mangrove. Mangrove memiliki fungsi yang sangat strategis, tidak hanya sebagai benteng alami untuk menahan abrasi dan dampak perubahan iklim, tetapi juga menjadi habitat berbagai biota laut serta penopang kehidupan masyarakat pesisir,"
Ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pelestarian tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Pelibatan masyarakat dan penguatan tata kelola menjadi kunci agar manfaat ekologis dan ekonomi bisa dirasakan jangka panjang.
Sebaran dan luas mangrove Lamongan
Data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan mencatat luas mangrove mencapai 135,59 hektare. Sebaran utama berada di dua kecamatan pesisir: Brondong dan Paciran.
| Kecamatan | Luas (ha) | Persentase |
|---|---|---|
| Brondong | 114,00 | 85% |
| Paciran | 21,59 | 15% |
| Total | 135,59 | 100% |
Area di Kecamatan Brondong mencakup desa-desa strategis seperti:
- Desa Labuhan
- Desa Lohgung
- Desa Sedayulawas
- Desa Sidomukti
Sementara di Kecamatan Paciran, mangrove tersebar di Desa Tlogosadang, Sidokelar, Kranji, Tunggul, dan Kandangsemangkon.
Arah kebijakan dan manfaat jangka panjang
Dengan data dan penghargaan ini, Pemkab Lamongan berencana mengakselerasi pengelolaan pesisir yang tangguh iklim dan berbasis daya dukung lingkungan. Fokusnya mencakup konservasi berkelanjutan, partisipasi komunitas, dan sinergi lintas sektor untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pengakuan di level provinsi menjadi pijakan untuk memperluas praktik pelestarian mangrove sebagai solusi lingkungan dan ekonomi bagi pesisir Lamongan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPRD Jatim: Dukungan Pemda Dibutuhkan untuk Pembangunan Desa Ngawi
Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono minta dukungan Pemkab dan Pemprov karena keterbatasan Dana Desa mengha...
PDI Perjuangan Trenggalek Rampungkan Musran-Musanran, Perkuat Akar Rumput
PDI Perjuangan Trenggalek menyelesaikan Musran-Musanran di 14 kecamatan dan memperkuat konsolidasi hingga de...
Kades Diminta Sampaikan Aspirasi soal Koperasi Desa Merah Putih
DPRD Jatim minta kepala desa resmi ajukan aspirasi terkait KDMP karena Dana Desa tersedot dan pembangunan de...
Reses DPRD Jatim di Senori: Krisis Air dan Alih Fungsi Lahan
Ony Setyawan menampung aspirasi warga Senori; keluhan krisis air irigasi dan takutnya lahan garapan dialihfu...
Nila Yani Dorong UMKM Gresik Gunakan Fotografi & Storytelling
Nila Yani mendorong UMKM kuliner Gresik memanfaatkan fotografi dan storytelling agar produk lokal lebih mena...
Pemkab Kediri Capai 93,6% Pengadaan Lahan Tol Kertosono–Kediri
Pemkab Kediri sebut pengadaan lahan Tol Kertosono–Kediri capai 93,6% dan percepat pengadaan untuk Tol Kediri...