Bapenda Manado Pelajari Implementasi Aplikasi QRESTO di Medan
Medan - Badan Pendapatan Daerah Kota Medan menerima kunjungan studi komparasi dari Badan Pendapatan Daerah Kota Manado pada Senin 29 Juni di kantor Bapenda Medan. Kunjungan difokuskan pada implementasi aplikasi QRESTO untuk mekanisme split payment sebagai upaya optimalisasi penerimaan pajak daerah.
Kepala rombongan dan tujuan kunjungan
Rombongan Bapenda Kota Manado dipimpin Kepala Bapenda Manado Jefry F R Mongdong. Ia didampingi Kepala Bidang Pelayanan Pajak dan Retribusi Richard Sem Rorong serta perwakilan PT Bank SulutGo Stevani Kahea. Kedatangan diterima perwakilan Kepala Bapenda Medan, Kasubbid Teknis Bidang Hotel, Restoran dan Hiburan Darwin Marpaung.
Tujuan utama kunjungan adalah mempelajari secara langsung proses pengembangan dan implementasi QRESTO, termasuk regulasi pendukung dan dampaknya terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
Presentasi teknis QRESTO
Tim IT Bapenda Medan memaparkan alur kerja aplikasi, proses integrasi dengan pelaku usaha, serta sistem monitoring transaksi secara real time. Paparan juga menyoroti manfaat transparansi dan pengawasan transaksi yang menjadi kunci optimalisasi penerimaan pajak.
- Integrasi ke pelaku usaha
- Monitoring transaksi real time
- Manfaat transparansi dan akuntabilitas
Alasan Manado meninjau QRESTO
Kepala Bapenda Manado menyatakan apresiasi atas inovasi yang dikembangkan oleh Kota Medan. Menurutnya, Medan menjadi daerah pertama yang menerapkan split payment melalui QRESTO, sehingga menjadi referensi penting bagi Manado.
Medan ini luar biasa. Kota Medan menjadi kota pertama yang menerapkan split payment. Karena itu kami ingin mendapatkan informasi lebih mendalam terkait implementasi QRESTO mulai dari pengembangan, regulasi, hingga dampaknya terhadap pendapatan daerah
Jefry menambahkan bahwa Pemerintah Kota Manado terus mencari ruang fiskal untuk meningkatkan kapasitas keuangan daerah. Dengan realisasi PAD di atas Rp500 miliar, Manado ingin mengoptimalkan potensi pendapatan melalui berbagai inovasi pengelolaan pajak.
Dampak dan tindak lanjut
Hasil studi komparasi diharapkan menjadi referensi bagi Manado untuk mengembangkan sistem serupa. Jika diadopsi, QRESTO dipandang dapat meningkatkan efektivitas pemungutan pajak dan memperkuat transparansi keuangan daerah.
Selain mempelajari QRESTO, kunjungan ini juga bertepatan dengan kehadiran Pemerintah Kota Manado pada kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia di Medan. Pertukaran pengetahuan ini diharapkan memperkuat sinergi antar daerah dalam pemanfaatan teknologi fiskal yang inovatif dan berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPRK Aceh Selatan Tahan Dukungan Usulan WPR Sampai Diverifikasi
DPRK Aceh Selatan menunda dukungan usulan WPR hingga Pemkab lakukan sosialisasi, persetujuan keuchik, dan ve...
Polwan Pematangsiantar Perketat Disiplin Jelang HUT ke-78
Polwan Polres Pematangsiantar gelar Gaktiblin pada 18 Agustus untuk tingkatkan disiplin dan profesionalisme...
Jenazah Anak 8 Tahun Ditemukan di Bawah Jembatan Sigagak
Jenazah Hidayah Sitanggang, anak 8 tahun yang hanyut di Bah Sosopan, ditemukan Rabu (19/8) di bawah jembatan...
UMSU Serahkan Smart Vineyard IoT dan Irigasi Surya di Deliserdang
UMSU serahkan Smart Vineyard berbasis IoT dan irigasi tetes tenaga surya kepada petani anggur di Deliserdang...
Polrestabes Medan Tangkap 3 Pelaku Jual Narkoba di Kafe
Polrestabes Medan menangkap tiga pelaku penjualan narkoba di kafe Jalan Darusalam, menyita dua bungkus vape...
FORMASSU-SMAM Mendesak Pemko Medan Segera Bantu Korban Puting Beliung
FORMASSU dan SMAM mendesak Pemko Medan segera melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan darurat serta prog...