Kemenag Resmikan STIS Ummul Ayman Jadi IAI, Target 2.000 Mahasiswa
BANDA ACEH — Kementerian Agama menyerahkan Keputusan Menteri Agama (KMA) alih bentuk Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman menjadi Institut Agama Islam (IAI) Ummul Ayman di Pidie Jaya, Senin (29/6). Penyerahan ini menjadi tonggak pengembangan pendidikan tinggi Islam di Aceh dan dihadiri pejabat daerah serta tokoh pendidikan setempat.
Penyerahan KMA dan peserta acara
Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan HAM, Dr. Faisal Ali Hasyim, secara resmi menyerahkan KMA perubahan status tersebut. Acara dihadiri antara lain oleh:
- Bupati Pidie Jaya
- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
- Pengurus yayasan
- Civitas akademika dan tokoh masyarakat
Harapan peningkatan mutu akademik
Faisal menyampaikan apresiasi atas peningkatan status kampus. Ia menekankan bahwa perubahan administratif harus diikuti peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan tata kelola.
"Selamat kepada Ummul Ayman atas peningkatan status ini. Kami berharap seluruh sivitas akademika mampu meningkatkan kualitas, baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan,"
Menurut Faisal, penguatan budaya riset merupakan prioritas. Dosen didorong aktif meneliti dan mempublikasikan hasil riset pada jurnal bereputasi yang terindeks nasional maupun internasional, seperti SINTA dan Scopus.
Target pengembangan mahasiswa dan program studi
Saat ini IAI Ummul Ayman tercatat memiliki 839 mahasiswa. Pemerintah dan pihak kampus menargetkan peningkatan menjadi 2.000 mahasiswa dalam lima tahun.
"Yang terpenting bukan hanya bertambah secara jumlah, tetapi juga meningkat kualitasnya. Mahasiswa harus mampu berpikir kritis, kreatif, dan inovatif,"
Faisal juga mendorong pengembangan program studi. Kini kampus memiliki empat program studi, yang diharapkan berkembang menjadi program studi unggulan melalui kurikulum adaptif dan inovatif.
Sarana, prasarana, dan kepemimpinan yayasan
Faisal menekankan bahwa keberhasilan perguruan tinggi bergantung pada dukungan sarana dan prasarana memadai. Ia meminta yayasan dan rektorat membangun lingkungan kampus representatif untuk mendukung proses belajar mengajar.
"Sarana menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Yayasan dan rektorat harus terus membangun lingkungan kampus yang handal dan memadai,"
Di akhir sambutan, Faisal menyatakan keyakinan pada kepemimpinan Ketua Yayasan Ummul Ayman, Tgk. H. Nuruzzahri Yahya, yang dikenal sebagai Waled Nu. Ia berharap kepemimpinan itu akan mendorong perkembangan institusi.
"Saya percaya, di bawah kepemimpinan Waled Nu, dengan keberkahan doa anak-anak yatim, IAI Ummul Ayman akan menjadi institusi pendidikan Islam yang semakin maju dan memberikan kontribusi besar bagi masyarakat,"
Peningkatan status menjadi institut membuka peluang penguatan kualitas akademik, pengembangan riset, dan perluasan layanan pendidikan tinggi Islam di Aceh. Ke depan fokus kerja sama antara yayasan, rektorat, dan pemerintah akan menentukan laju pengembangan kampus ini.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas Minta Al Jam'iyatul Washliyah Medan Perkuat Peran
Wali Kota Medan Rico Waas mendorong Al Jam'iyatul Washliyah Medan 2026–2031 memperkuat peran dalam agama, pe...
Tabligh Akbar IPHI Sumut Santuni 200 Anak Yatim Pasca Muktamar
PW IPHI Sumut menggelar Tabligh Akbar di Deli Serdang, diikuti ~1.000 jamaah dan santuni 200 anak yatim seba...
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...