Lokal

Mendikbudristek Resmikan Gedung Universitas ST Bhinneka di Medan

Bagikan:
Gedung Universitas ST Bhinneka di Jalan Sunggal Gang Bakul Medan saat peresmian

Medan, 29 Juni — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto meresmikan Gedung Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka di kawasan Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Jalan Sunggal Gang Bakul, Medan. Peresmian menandai selesainya pembangunan kampus yang rampung dalam sekitar 18 bulan dan dianggap sebagai simbol perjuangan memajukan pendidikan.

Peresmian dan makna simbolis

Dalam sambutannya, Brian memuji upaya Ketua Dewan Pembina Yayasan, Sofyan Tan, yang mewujudkan cita-cita pendirian perguruan tinggi lewat kerja keras dan kolaborasi banyak pihak. Ia menekankan gedung baru itu bukan sekadar bangunan fisik, melainkan monumen visi dan perjuangan.

“Gedung ini adalah sebuah monumen. Bukan sekadar pencapaian pembangunan gedung, tetapi monumen yang berisi visi besar, perjuangan, pengorbanan, gotong royong, dan kolaborasi untuk memajukan sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.

“Beliau adalah pejuang pendidikan yang tidak hanya pandai berteori, tetapi benar-benar mewujudkannya dalam tindakan. Kisah seperti ini perlu didokumentasikan agar menjadi inspirasi,” tambah Brian.

Perjalanan pendirian dan tantangan

Sofyan Tan menuturkan pendirian Universitas ST Bhinneka merupakan puncak perjuangannya hampir empat dekade di bidang pendidikan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi. Ia mengaku sempat menghadapi utang yang membengkak, dari sekitar Rp60 juta menjadi Rp1,2 miliar, hingga pernah berniat menjual sekolah.

Dukungan dari sejumlah pihak, termasuk rekan yang mengagunkan tanah dan dukungan keluarga, menjadi kunci kelanjutan usaha mendirikan perguruan tinggi tersebut.

Program studi dan rencana riset

Universitas ST Bhinneka dirancang dengan semangat pendidikan multikultural yang terbuka bagi semua lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, atau status ekonomi. Kurikulum awal akan fokus pada program studi terintegrasi, antara lain pendidikan, manajemen hutan, pertanian, dan bisnis digital.

Sekolah tinggi ini juga berencana membangun pusat riset pertanian yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Rencana ini bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional dan menghasilkan inovasi di bidang pertanian.

Dampak dan target ke depan

Sofyan berharap lulusan Universitas ST Bhinneka unggul secara akademik, peduli lingkungan, dan mampu mendorong kemajuan ekonomi. Ia menargetkan lembaga itu berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 dan bahkan berharap lahir ilmuwan Indonesia yang meraih penghargaan internasional pada 2040.

Peresmian gedung ini menjadi indikator bahwa pembenahan infrastruktur pendidikan dapat berlangsung cepat bila didukung komitmen lokal, kolaborasi, dan sumber daya memadai. Ke depan, implementasi program studi terintegrasi dan kerja sama riset akan menjadi ujian nyata bagi kontribusi universitas terhadap pembangunan sumber daya manusia dan ketahanan pangan nasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait