PDI Perjuangan Malang: Kudatuli Pengingat Penting Jaga Demokrasi
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menilai Peristiwa Kudatuli sebagai pengingat agar demokrasi terus dijaga melalui partisipasi rakyat dan kritik sehat.
MALANG — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menggelar diskusi publik peringatan 30 tahun Kudatuli, Senin (27/7/2026), di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang. Kegiatan ini menegaskan bahwa Kudatuli bukan sekadar catatan sejarah, melainkan pelajaran penting agar demokrasi selalu terbuka bagi partisipasi rakyat dan ruang kritik yang konstruktif.
Inti Peringatan dan Diskusi
Diskusi bertajuk Meretas Jalan Demokrasi menjadi puncak rangkaian peringatan. Acara ini mengumpulkan mahasiswa, pemuda, jurnalis, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk membahas pelajaran dari Kudatuli bagi penguatan demokrasi saat ini. Sebelumnya, rangkaian kegiatan juga mencakup khotmil Quran dan malam renungan sebagai penghormatan terhadap perjuangan demokrasi.
Pesan Fraksi PDI Perjuangan
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir, menekankan bahwa demokrasi lahir dari perjuangan rakyat, bukan diperoleh secara mudah. Ia menyerukan agar pemerintah selalu membuka ruang partisipasi publik dalam setiap proses kebijakan.
"Kudatuli mengandung pelajaran berharga bagi kehidupan demokrasi kita. Peristiwa itu mengingatkan bahwa demokrasi bukan lahir dari kemewahan, tetapi rakyat kecil pernah melawan, sesuatu yang harus terus diperjuangkan dan dijaga bersama,"
Abdul Qodir menambahkan bahwa kritik dan masukan publik harus dipandang sebagai bagian penting untuk memperkuat kualitas pemerintahan. "Pemerintah tidak boleh berjalan dengan cara-cara yang menjauh dari rakyat," ujar dia, menegaskan bahwa kritik adalah "vitamin demokrasi" yang membantu fungsi pengawasan legislatif.
Seruan kepada Generasi Muda
Dalam diskusi, Dosen Universitas Airlangga Dr. Suko Widodo, Drs., M.Si., memperingatkan bahwa tantangan demokrasi kini juga muncul dari melemahnya idealisme generasi muda. Ia menyebut pragmatisme dan distraksi sebagai ancaman yang dapat merampas kepedulian sosial kaum muda.
"Setiap upaya merampas idealisme adalah bentuk penjajahan. Ketika generasi muda dibuat nyaman hingga kehilangan kepedulian terhadap persoalan sosial, maka demokrasi kehilangan penjaganya,"
Suko mengajak mahasiswa dan pemuda untuk kembali membangun kepekaan sosial dengan terlibat langsung dalam persoalan masyarakat, bukan hanya mengikuti isu di media sosial.
Peserta dan Dampak
Acara dihadiri sekitar 400 peserta dari berbagai kalangan. Kehadiran itu menunjukkan minat kuat publik terhadap peringatan Kudatuli dan diskusi soal kualitas demokrasi. Para penyelenggara berharap diskusi ini mendorong partisipasi politik yang lebih luas dan mendorong pemerintahan responsif terhadap aspirasi rakyat.
Penutup
Peringatan 30 tahun Kudatuli di Malang menegaskan pesan bahwa demokrasi memerlukan penjagaan terus-menerus melalui partisipasi publik dan ruang kritik yang sehat. Jika dijaga, nilai-nilai perjuangan tersebut diharapkan menjadi pijakan dalam pengambilan kebijakan dan penguatan pengawasan publik ke depan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Inflasi Banyuwangi Terendah di Jatim, 2,69% per September 2026
Inflasi Banyuwangi tercatat 2,69% per September 2026, terendah di Jatim berkat kolaborasi TPID dan forum HLM...
Jalan Usaha Tani 200 m di Pasuruan Ditinjau, Permudah Akses Petani
Arifin meninjau pembangunan jalan usaha tani 200 m di Dusun Kedungturi, Pasuruan, sebagai upaya perbaikan ak...
Ketua DPRD Malang Dorong Penguatan Ekosistem Seni dan Urban Farming
Ketua DPRD Malang dorong KIK lebih bermanfaat, permudah perizinan seni, dan kembangkan urban farming untuk k...
Surabaya Usul Sumur Resapan untuk Kendalikan Banjir di Kampung
Ketua DPRD Surabaya usul sumur resapan untuk kendalikan banjir kampung, melengkapi bozem dan perbaikan drain...
Sumur Resapan Jadi Solusi Pengendalian Banjir di Surabaya
Ketua DPRD Surabaya usulkan sumur resapan dan bozem kecil sebagai solusi pengendalian banjir di kawasan pada...
DPRD Jember Dorong Aturan Tertulis untuk Pengendalian Sound Horeg
DPRD Jember mendorong aturan tertulis untuk mengatur sound horeg setelah rapat dengan MUI, Polres, Pemkab, d...