Lokal

KTNA Subulussalam Dipastikan Absen dari Penas XVII di Gorontalo

Bagikan:
Ilustrasi pameran teknologi pertanian pada Pekan Nasional KTNA

Perwakilan petani dan pekebun binaan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Subulussalam dipastikan absen dari Pekan Nasional (Penas) KTNA XVII di Gorontalo, 20–25 Juni 2026. Keputusan itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perikanan (Tanbunkan) Kota Subulussalam, Herwinsyah Putra, Rabu (3/6), setelah kegiatan tidak tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dinas.

Alasan absen: tidak ada anggaran dalam DPA

Herwinsyah mengatakan anggaran untuk memberangkatkan kontingen KTNA tidak dicantumkan dalam DPA Dinas Tanbunkan. Menurutnya, tanpa alokasi anggaran tersebut, keberangkatan hampir dipastikan tidak dapat direalisasikan.

“Tidak masuk DPA sehingga hampir dipastikan KTNA Subulussalam tidak ikut Penas 2026,” kata Herwinsyah melalui sambungan telepon.

Herwinsyah juga menyatakan telah menyampaikan kabar ini kepada Ketua KTNA Kota, Haji Abdul Hamid Padang atau dikenal Haji Joka.

Respons dan sejarah keterlibatan KTNA

Ketua KTNA Kota, Haji Joka, yang didampingi bendahara Anes Kabeaken dan ketua KTNA Kecamatan Penanggalan Darmin Tinambunan, menyatakan kekecewaan. Mereka menegaskan KTNA Subulussalam selama ini rutin mengikuti Penas, termasuk Penas XVI pada 10–15 Juni 2023 di Padang.

“Penas KTNA menjadi ajang pertemuan petani, nelayan dan peternak dari seluruh Indonesia, saling bertukar informasi, teknologi dan meningkatkan kreativitas di sektor pertanian,” kata Haji Joka.

Fungsi Penas dan potensi yang hilang

Penas KTNA merupakan pertemuan nasional yang memadukan kegiatan teknis dan jejaring. Ketidakhadiran kontingen kota kecil seperti Subulussalam menutup peluang akses informasi dan teknologi baru bagi petani lokal.

  • Pertemuan dan silaturahmi antar petani, nelayan, peneliti, penyuluh, serta pihak pemerintah dan swasta
  • Gelar teknologi dan pameran inovasi produk unggulan
  • Pelatihan keterampilan, lomba, rembug tani, dan forum aspirasi untuk kemajuan sektor pangan

Perubahan kepemimpinan di Dinas Tanbunkan

Herwinsyah Putra menjabat Plt. Kepala Dinas Tanbunkan setelah menerima SK Wali Kota awal April 2026. Ia menggantikan Sarkani, yang mengundurkan diri dari posisi Plt. Kadis per 31 Maret 2026.

Dengan keputusan anggaran ini, fokus KTNA Kota kini tertuju pada langkah internal untuk mencari alternatif pembiayaan atau dukungan pihak lain. Namun, hingga pengumuman terakhir, tidak ada rencana cadangan resmi yang diumumkan publik.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait