Nasional

KSOP Benoa Dukung Hari Laut Sedunia 2026 lewat Kolaborasi Multisektor

Bagikan:
Audiensi KSOP Benoa dengan pegiat lingkungan dan akademisi untuk persiapan Hari Laut Sedunia 2026

KSOP Kelas II Benoa menggelar audiensi dengan sejumlah organisasi lingkungan, akademisi, dan aparat penegak hukum pada Rabu, 3 Juni 2026. Pertemuan ini mempersiapkan agenda kolaboratif bertajuk “Beyond the Ocean: Reimagining Bali's Marine Future” yang akan digelar pada 11 Juni 2026 untuk memperingati Hari Laut Sedunia.

Audiensi persiapan acara dan tujuan utama

Rombongan yang dipimpin Kawan Alam Indonesia, Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (Himalisa) Universitas Udayana, dan POSSI Bali bertemu pejabat KSOP di Benoa. Mereka menyampaikan visi kolaboratif yang menekankan keselamatan maritim, konservasi pesisir, dan edukasi publik.

Pertemuan menjadi langkah awal menuju acara yang dirancang tidak hanya sebagai diskusi, tetapi juga sebagai wadah aksi nyata bagi pelestarian laut Bali.

Agenda "Beyond the Ocean" dan isu yang diangkat

Forum pada 11 Juni akan membahas sejumlah isu prioritas yang disusun oleh para inisiator. Isu-isu tersebut antara lain:

  • Restorasi ekosistem laut, termasuk terumbu karang, mangrove, dan padang lamun.
  • Peningkatan literasi kelautan bagi generasi muda.
  • Pengembangan olahraga selam yang aman dan bertanggung jawab.
  • Penguatan kolaborasi multipihak demi keselamatan aktivitas maritim.

Selain diskusi, acara dirancang untuk menghasilkan program pelestarian pesisir dan pendekatan ekonomi biru yang berkelanjutan bagi komunitas lokal.

Dukungan dari otoritas pelabuhan dan penegak hukum

Rombongan disambut oleh Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas II Benoa, Capt. Agus Hermawan Susiloharto, bersama Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Dian Minarto. Pertemuan juga dihadiri Kabagbinopsnal Ditpolairud Polda Bali, AKBP I G.A. Purnama Wirahadi, S.T.

"Itu adalah kunci utama dalam membangun budaya maritim yang kuat, aman, dan bertanggung jawab di wilayah perairan Pulau Dewata,"

pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pelibatan aktif berbagai elemen masyarakat, menurut AKBP Purnama Wirahadi.

Kesiapan KSOP dan langkah ke depan

KSOP Kelas II Benoa menyatakan siap membuka ruang koordinasi dan berkolaborasi untuk menyukseskan gelaran tersebut. Pihak otoritas menilai inisiatif ini strategis untuk menaikkan kesadaran publik terhadap isu kemaritiman dan sejalan dengan visi pembangunan kelautan nasional.

Panitia menargetkan kegiatan yang lebih dari sekadar seminar: implementasi program restorasi, kampanye edukasi, serta pemberdayaan ekonomi lokal melalui prinsip ekonomi biru.

Dengan dukungan kolektif dari pemerintah, akademisi, aparat keamanan, dan pegiat lingkungan, inisiatif ini diharapkan menjadi modal penting untuk memastikan laut Bali tetap sehat, aman, produktif, dan lestari bagi generasi mendatang.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait