Kejari Samosir Lanjutkan Penyidikan Kasus Korupsi Rp516 Juta terhadap Pimpinan Bank
Medan — Kejaksaan Negeri Samosir masih menyelidiki kasus korupsi Program Bantuan Penguatan Ekonomi Masyarakat Korban Bencana yang menjerat Jonni Ronal Simanjuntak, Pimpinan Bank Mandiri KCP Pangururan. Kasus ini ditengarai menyebabkan kerugian negara sebesar Rp516 juta dan penyidikan terus berjalan untuk melengkapi berkas perkara.
Status penyidikan dan pemeriksaan saksi
Kasi Penkum Kejati Sumut Rizaldi menyatakan pemeriksaan masih berlangsung. Penyidik fokus memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti sebelum berkas dinyatakan lengkap.
“Belum, masih penyidikan,”
Kata Rizaldi saat dikonfirmasi, Rabu (22/7). Pernyataan itu menegaskan bahwa perkara belum naik ke tahap P21.
Alasan belum ada penahanan
Kepala Seksi Intelijen Kejari Samosir, Juna Karo-karo, menjelaskan alasan mengapa Jonni belum ditahan. Keputusan soal penahanan merupakan pertimbangan penyidik yang menangani kasus ini.
“Status Jonni sampai saat ini memang belum dilakukan penahanan. Mungkin ada pertimbangan dari teman-teman penyidik sehingga statusnya sampai saat ini belum ditahan,”
Juna menambahkan meski tanpa penahanan, proses penyidikan tetap berjalan. Tim Pidsus masih memeriksa saksi dan melengkapi seluruh berkas perkara.
Penetapan tersangka dan kemungkinan tambahan tersangka
Juna menyebut Jonni telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2 Juni 2026. Hingga kini, belum ada penetapan tersangka tambahan meski penyidik terus mencermati fakta hukum yang muncul di persidangan.
“Apabila nantinya dalam fakta persidangan terdapat hal-hal yang dapat dimintakan pertanggungjawaban pidana kepada pihak lain, tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,”
Hubungan dengan tuntutan pada mantan Kadis Sosial
Nama Jonni juga muncul dalam surat dakwaan terhadap mantan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Samosir, Fitri Agust Karo-karo. Jaksa Penuntut Umum menyebut Fitri dan Jonni terlibat dalam penyaluran bantuan senilai Rp1,5 miliar untuk 303 kepala keluarga terdampak banjir bandang di Kecamatan Harian.
“Perbuatan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp516 juta,”
Ujar JPU Modana Hutajulu dalam berkas dakwaan.
Proses pengadilan dan langkah berikutnya
Perkara masih disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan. Majelis hakim yang diketuai Hendra Hutabarat sudah menjadwalkan sidang lanjutan dengan agenda pembacaan putusan sela.
Penyidik menegaskan akan terus mengikuti perkembangan persidangan. Jika fakta persidangan mengarah pada keterlibatan pihak lain, langkah hukum lanjutan akan ditempuh sesuai ketentuan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kapolres Paluta Dipuji Usai Jaga Keamanan Tanpa Menahan Warga
Sahmar Hasibuan memuji Kapolres Paluta yang menjaga keamanan sengketa lahan PT Agrinas Palma tanpa menahan w...
Pemprov Sumut Rampungkan PA untuk Usulan Megalitik Nias Selatan ke UNESCO
Pemprov Sumut menyelesaikan dokumen PA untuk mengusulkan kawasan megalitik Nias Selatan ke UNESCO; dokumen d...
Pemkab Tapanuli Utara Salurkan Rp137,5 Juta Bantuan Sosial Tunai
Pemkab Tapanuli Utara menyalurkan bantuan sosial tunai Rp137,5 juta untuk pengobatan dan perbaikan rumah kor...
Polrestabes Medan Tangkap Empat Pelaku Begal Bersenjata
Polrestabes Medan menangkap empat pelaku komplotan begal bersenjata di Percut Seituan; korban TSF kehilangan...
Menko Yusril Tinjau Showroom Dekranasda Aceh Besar
Menko Yusril dan istri mengunjungi Showroom Dekranasda Aceh Besar pada 5 November untuk meninjau dan mengapr...
Aceh Besar Gelar Retret Keuchik untuk Perkuat Pemerintahan Gampong
Aceh Besar menggelar retret 8-11 Nov di Jantho bagi 234 keuchik untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat...