Sri Untari: Masa Depan Koperasi Ditentukan Cara Lahirnya
SURABAYA – Tokoh gerakan koperasi nasional Sri Untari Bisowarno mengingatkan bahwa masa depan koperasi Indonesia ditentukan oleh cara koperasi itu lahir, bukan sekadar jumlahnya. Pernyataan itu disampaikan Minggu (12/7/2026) di tengah pembentukan lebih dari 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian strategi penguatan ekonomi desa dan ketahanan pangan.
Inti pesan: lahir dari kebutuhan, bukan kuota program
Menurut Untari, koperasi yang tumbuh dari kebutuhan anggota berkembang pelan tapi memiliki rasa memiliki yang kuat. Sebaliknya, koperasi yang dibentuk cepat untuk memenuhi target program seringkali runtuh setelah program berakhir.
"Persoalan mendasar koperasi hari ini bukan soal jumlah, tetapi bagaimana koperasi itu lahir. Apakah lahir dari kebutuhan anggotanya atau hanya karena program,"
Dasar prinsip koperasi
Untari menegaskan bahwa hakikat koperasi dibangun atas prinsip self help through mutual help — menolong diri sendiri melalui kerja sama. Ia menyebut bahwa koperasi sejati lahir ketika orang yang memiliki kebutuhan sama bersama-sama mendirikan, memiliki, mengelola, dan mengawasi usaha mereka.
"Itu yang menjadi fondasi utama. Orang-orang berkumpul karena memiliki kebutuhan yang sama, kemudian mendirikan perusahaan yang mereka miliki, kelola, dan awasi bersama,"
KDKMP: peluang sekaligus tantangan
Pemerintah mencatat lebih dari 80 ribu KDKMP berbadan hukum. Bagi Untari, gagasan menjadikan koperasi sebagai saluran kebutuhan dan barang bersubsidi berpotensi memperkuat ekonomi rakyat. Namun ia mengingatkan bahwa ide besar memerlukan fondasi yang sama besar: keberlanjutan pembinaan dan rasa memiliki anggota.
Masalah umum pada koperasi berbasis program
Menurut Untari, pola pembentukan koperasi berulang setiap pergantian pemerintahan dan sering kali mengabaikan pembinaan jangka panjang. Ia merinci lima persoalan yang sering muncul:
- Koperasi tidak lahir dari kebutuhan masyarakat;
- Lemahnya ikatan sosial antaranggota;
- Semangat gotong royong bergeser menjadi pemenuhan administrasi program;
- Ketergantungan terhadap siklus politik;
- Minimnya pendidikan dan penguatan kapasitas pengurus.
"Koperasi tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Yang dibutuhkan adalah keberlanjutan. Pendidikan anggota, penguatan manajemen, dan pendampingan harus terus dilakukan,"
Ukuran keberhasilan
Untari mengusulkan ukuran sederhana namun penting untuk menilai keberhasilan gerakan koperasi: apakah koperasi benar-benar hidup, memberi manfaat ekonomi bagi anggota, dan mampu bertahan lintas generasi. Ia mencontohkan koperasi yang bertahan lama seperti Kospin Jasa dan Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri sebagai hasil tumbuh dari kebutuhan riil anggota.
"Kalau anggota merasa memiliki, koperasi akan dijaga oleh anggotanya sendiri. Di situlah koperasi sejati lahir,"
Penekanan Untari menegaskan bahwa percepatan pembentukan koperasi harus dibarengi dengan pendidikan anggota, penguatan manajerial, dan pendampingan berkelanjutan agar koperasi tidak sekadar memenuhi angka administratif, melainkan benar-benar menjadi pilar ekonomi rakyat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PDI Perjuangan Tulungagung Gagas Transformasi Media Partai
DPC PDI Perjuangan Tulungagung mendorong media partai bertransformasi dari dokumentasi formal menjadi instru...
Deni Wicaksono Raih Lencana Emas Jer Basuki Beya
Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono menerima Lencana Emas Jer Basuki Beya pada HUT ke-81 Jatim, menegaskan...
Deni Wicaksono Terima Lencana Emas Jer Basuki dari Pemprov Jatim
Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono menerima Lencana Emas Jer Basuki pada 12 Oktober 2026 sebagai penginga...
PDI Perjuangan Tulungagung Gelar Pelatihan Media Sosial di 4 Dapil
DPC PDI Perjuangan Tulungagung menggelar kaderisasi dan pelatihan media sosial di empat Dapil pada 11 Oktobe...
Klinik UMKM Digagas untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan Tuban
Ony Setiawan mendorong pendirian Klinik UMKM di Tuban pada 11 Oktober 2026 untuk memperkuat UMKM, mempermuda...
Astra dan Pemkab Banyuwangi Bina 10 SD Lewat Empat Pilar Pendidikan
Astra dan Pemkab Banyuwangi resmi menjalin kerja sama pendidikan untuk membina 10 SD selama lima tahun denga...