Dekopin: Koperasi Bukan Sistem Kuno, Siap Bangkit
Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menepis anggapan bahwa koperasi adalah sistem ekonomi yang kuno. Ketua Umum Dekopin, Bambang Haryadi, menyampaikan pernyataan itu saat memberi laporan pada peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Minggu, 12 Juli 2026. Ia mengatakan stigma negatif harus dihapus agar koperasi kembali menjadi pilar ekonomi rakyat.
Bantahan terhadap stigma
Bambang menegaskan pandangan bahwa koperasi tidak relevan adalah keliru. Ia meminta publik melihat peran koperasi secara nyata dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, koperasi mampu beradaptasi dan berkembang bila mendapat dukungan kebijakan dan pembinaan.
"Stigma koperasi selama ini dinilai sebagai alat ekonomi kuno dan kecil, sangat tidak relevan dan salah besar. Koperasi akan menjadi salah satu pilar utama penggerak rakyat Indonesia,"
Contoh internasional
Untuk memperkuat argumennya, Bambang menyebut sejumlah badan usaha besar di Eropa yang berkembang lewat prinsip koperasi. Ia mencontohkan klub-klub sepak bola raksasa dan lembaga keuangan yang beroperasi dengan struktur kepemilikan anggota.
"Klub-klub besar di Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Munchen bahkan dikelola dengan sistem koperasi. Bahkan juga salah satu bank di Belanda, terbesar di Belanda bernama Rabobank, dimiliki oleh koperasi,"
Dukungan pemerintah dan akar sejarah
Dekopin optimistis kebangkitan koperasi akan lebih kuat di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bambang mengatakan perhatian pemerintah terhadap koperasi tampak konsisten sejak sebelum Prabowo menjabat sebagai presiden.
Ia juga menyinggung latar belakang keluarga Presiden yang memiliki keterkaitan historis dengan gerakan koperasi di Indonesia. Bambang menyebut kakek dan ayah Presiden sebagai tokoh yang berperan dalam perkembangan koperasi nasional.
"Keberpihakan Bapak Presiden kepada gerakan koperasi bukan hanya slogan semata, itu terbukti nyata dengan dibentuknya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,"
Momentum kebangkitan
Bambang menyebut peringatan Hari Koperasi ke-79 sebagai momen penting untuk menggerakkan kembali semangat koperasi. Ia berharap program prioritas pemerintah dan pembinaan intensif dapat meningkatkan kualitas dan daya saing koperasi di tingkat lokal.
Dengan perhatian pemerintah dan bukti internasional soal model koperasi yang sukses, Dekopin berharap koperasi kembali menjadi motor ekonomi rakyat. Langkah selanjutnya menurut Bambang adalah memperkuat regulasi, pendampingan teknis, dan akses pasar bagi koperasi di seluruh daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...