Kementan Siagakan 16 Pompa dan Bangun Sumur Atasi Kekeringan Subang
Kementerian Pertanian mempercepat penanganan kekeringan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, dengan membangun sumur baru dan menyiagakan 16 unit pompa irigasi. Langkah ini ditindaklanjuti setelah arahan Menteri Pertanian untuk mencegah lahan padi menjadi puso dan menjaga produksi pangan nasional. Tim dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian turun melakukan survei dan pemetaan sumber air menggunakan metode geolistrik.
Respons cepat dan survei lapangan
Ditjen LIP langsung menerjunkan tim ke lokasi terdampak untuk verifikasi lapangan. Survei geolistrik menjadi dasar pemetaan potensi air tanah dan penentuan titik pengeboran sumur. Proses verifikasi juga memastikan bantuan pompa nanti tepat sasaran dan memenuhi kebutuhan lahan sawah.
Pembangunan sumur dan penempatan pompa
Hasil survei digunakan untuk membangun sumur submersible di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara. Sumur itu akan menjadi sumber air bagi lahan tadah hujan yang belum terlayani jaringan irigasi. Selain sumur, Kementan menyiapkan 16 unit pompa irigasi untuk enam kecamatan terdampak di Kabupaten Subang.
Pompa air tanah dalam direncanakan ditempatkan di Kecamatan Pusakanagara, Patokbeusi, dan Blanakan. Seluruh usulan bantuan melalui proses verifikasi administrasi sebelum penyaluran dilakukan. Tujuannya agar distribusi alat sesuai kebutuhan petani dan kondisi lapangan.
Dampak langsung bagi petani
Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Manyingsal, Agus Hermawan, menyambut baik langkah cepat Kementan. Menurutnya, pembangunan sumur segera dilakukan setelah laporan kekeringan diterima, sehingga membantu kelangsungan musim tanam petani.
Alhamdulillah atas cepat tanggapnya dari Kementerian Pertanian. Hari ini langsung dibuatkan sumur submersible di Desa Manyingsal
Petani setempat juga melaporkan kondisi sumur bor yang biasa digunakan telah mengering, sehingga intervensi cepat dianggap krusial. Salah seorang petani, Taryo, mengatakan tindakan pemerintah datang setelah laporan petani, dan alat geolistrik langsung digunakan untuk menemukan sumber air baru.
Kami benar-benar mengalami kekeringan karena mata air sumur bor sudah kering. Harapan kami sumur baru ini bisa mengatasi kekeringan
Strategi mitigasi dan tindak lanjut
Kepala BPLIP Bandung menyatakan penanganan dilakukan secara menyeluruh dan terencana. Penguatan infrastruktur air menjadi bagian strategi adaptasi menghadapi perubahan iklim dan menjaga produktivitas pertanian. Pemerintah berharap langkah ini membantu mengamankan hasil panen dan mendukung target swasembada pangan.
Ke depan, pemetaan lebih luas dan monitoring pascakonstruksi akan dilakukan untuk memastikan ketersediaan air berkelanjutan. Upaya ini diharapkan menjaga ritme tanam petani meski musim kemarau berlangsung cukup panjang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tol Prosiwangi Gending–Besuki Rampung Konstruksi, Masuk Tahap ULFO
Wapres Gibran tinjau Tol Prosiwangi Gending–Besuki: konstruksi 100% sejak April, kini masuk tahap ULFO dan d...
Menhub Dorong Soekarno-Hatta Masuk 10 Bandara Terbaik Dunia 2029
Menhub Dudy dorong transformasi Soekarno-Hatta agar masuk 10 bandara terbaik dunia pada 2029 dengan memperku...
Kemenhut Siapkan Pilot Drone untuk Perkuat Intelijen Kehutanan
Kemenhut melatih 46 pilot drone di Bandung pada 12 Juli 2026 untuk memperkuat intelijen dan pengawasan kawas...
Menkop: 15.845 Koperasi Desa Merah Putih Selesai Dibangun
Menteri Ferry Juliantono menyatakan 15.845 KDMP rampung fisik; manajer akan ditempatkan setelah pelatihan da...
Pengamat: B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Kurangi Impor BBM
Pengamat Feiral Rizky: kebijakan B50 memperkuat ketahanan energi, kurangi impor BBM, dan dorong pemanfaatan...
Prabowo: Semua Barang Subsidi Disalurkan Lewat Koperasi Desa Merah Putih
Presiden Prabowo mewajibkan penyaluran barang subsidi melalui Koperasi Desa Merah Putih sejak 12 Juli 2026 u...