Nasional

Tol Prosiwangi Gending–Besuki Rampung Konstruksi, Masuk Tahap ULFO

Bagikan:
Wapres Gibran meninjau pembangunan Tol Prosiwangi ruas Gending–Besuki di Situbondo

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau perkembangan pembangunan Tol Prosiwangi ruas Gending–Besuki di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat 10 Juli 2026. Proyek sepanjang 49,7 kilometer itu telah mencapai progres konstruksi 100 persen sejak April 2026 dan kini memasuki tahap Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) sebelum operasional komersial.

Progres konstruksi dan tahap akhir

Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Purwantono, menyatakan seluruh pekerjaan fisik ruas Gending–Besuki telah selesai. Saat ini fokus bergeser ke pemeriksaan teknis dan pemenuhan standar keselamatan serta marka jalan.

"Pengelola bersama kementerian dan lembaga terkait tengah menuntaskan tahapan Uji Laik Fungsi dan Operasi guna memastikan seluruh aspek, mulai dari marka jalan, keselamatan, drainase, konstruksi badan jalan hingga struktur jembatan telah memenuhi standar,"

Rivan menambahkan proses ini penting sebelum diambil keputusan laik operasi. Pemeriksaan melibatkan berbagai instansi terkait untuk memastikan jalan siap dilalui publik.

Dampak terhadap mobilitas dan distribusi

Ruas Gending–Besuki sebelumnya pernah difungsikan tanpa tarif pada 14 Maret hingga April 2026 untuk mendukung arus mudik Lebaran. Saat itu waktu tempuh Probolinggo–Besuki berkurang dari sekitar dua jam menjadi sekitar satu jam 15 menit.

Jika seluruh segmen Prosiwangi selesai dan dibuka penuh, waktu perjalanan Probolinggo menuju Banyuwangi diperkirakan turun dari sekitar lima jam menjadi sekitar tiga jam. Pengurangan waktu tempuh akan memperlancar distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di timur Jawa.

Percepatan konektivitas dan alternatif jalur

Dalam kunjungan, Wapres juga menyoroti perlunya percepatan konektivitas menuju Banyuwangi. Ia meminta kajian alternatif rute melalui Bondowoso dan Jember agar mendukung pusat-pusat ekonomi setempat.

"Wapres memberikan masukan terkait percepatan pembangunan serta alternatif jalur menuju Banyuwangi, termasuk melalui Bondowoso dan Jember yang dinilai lebih baik, karena Jember adalah pusat perekonomian di wilayah Jawa Timur ini,"

Rute alternatif ini diharapkan memperkuat integrasi antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi lokal.

Jadwal operasional dan manfaat luas

Pihak pengembang menargetkan ruas Gending–Besuki mulai beroperasi pada semester kedua 2026, sebelum periode libur Natal dan Tahun Baru. Persetujuan laik operasi menjadi syarat utama agar jalan dapat digunakan secara komersial.

Manfaat yang diharapkan antara lain pengurangan kepadatan di jalan nasional, peningkatan akses ke kawasan pariwisata, efisiensi logistik menuju Pelabuhan Ketapang, serta peluang usaha baru bagi pelaku UMKM di timur Jawa.

  • Mempercepat distribusi barang dan jasa
  • Mendukung pariwisata dan ekonomi lokal
  • Mengurangi beban jalan nasional dan titik macet

Setelah tahap ULFO selesai dan izin operasi turun, ruas Gending–Besuki akan siap melayani kendaraan. Penyelesaian administrasi dan teknis menjadi fokus akhir sebelum tol resmi dibuka untuk publik.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait