Lima Bendungan Diresmikan, Mentan: Produksi Beras Bisa Naik 1 Juta Ton
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan produksi beras nasional berpotensi meningkat setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan pada 10 Juli 2026, termasuk Bendungan Meninting di Lombok Barat, NTB. Infrastruktur irigasi ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan dengan meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian dan mendukung penerapan teknologi budidaya modern.
Peresmian dan potensi produksi
Peresmian lima bendungan menjadi bagian strategi pemerintah untuk memperkuat swasembada pangan. Menurut laporan yang disampaikan Menteri Pertanian, kelima bendungan tersebut berpotensi menambah produksi beras sekitar satu juta ton per tahun bila diiringi penerapan teknologi dan benih unggul.
"Menteri Pertanian melaporkan kepada saya. Lima bendungan ini nanti dengan teknologi dan benih yang terbaik bisa menghasilkan satu juta ton beras,"
Peran teknologi dan sistem budidaya
Mentan menekankan bahwa manfaat bendungan akan optimal bila air irigasi benar-benar sampai ke petani dan dipadukan dengan transformasi pertanian. Kementerian mengembangkan model Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.
Model tersebut mengintegrasikan benih unggul, mekanisasi, pengaturan populasi tanaman, dan teknologi presisi. Menurut Amran, dukungan irigasi yang memadai membuat penerapan sistem tersebut semakin efektif.
"Kalau petani sudah merasakan keuntungan yang besar, mereka akan menanam dengan sendirinya. Tidak perlu lagi didorong terus-menerus,"
Dampak di NTB dan target produktivitas
Salah satu bendungan yang diresmikan, Bendungan Meninting, memiliki kawasan sekitar 46 hektare. Proyeksi pemerintah menyebut bendungan ini dapat menaikkan indeks pertanaman di NTB dari 280 persen menjadi 300 persen.
Mentan memperkirakan produktivitas sawah bisa meningkat sekitar 5 ton per hektare jika PM-AAS diterapkan di lahan beririgasi. Jika skala penerapan mencapai jutaan hektare, tambahan produksi akan berkontribusi signifikan pada pasokan beras nasional.
Langkah pemerintah dan implikasi
Pemerintah juga melaporkan capaian lain di sektor pertanian dalam 18 bulan terakhir, termasuk penurunan harga pupuk serta surplus beras dan jagung pakan. Namun pemerintah menegaskan bahwa ketersediaan air dan distribusi irigasi menjadi kunci keberhasilan program ini.
"Pastikan air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan, tanpa pangan tidak ada negara,"
Pemerintah akan mengoptimalkan jaringan irigasi baru melalui percepatan tanam, mekanisasi, penggunaan varietas unggul, dan pendampingan penyuluh. Sinergi antara pembangunan bendungan dan transformasi pertanian dinilai penting untuk memperkuat kesejahteraan petani dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...