Menkop Dorong Kopdit Obor Mas Jadi 'Kakak Asuh' Koperasi Desa
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mendorong KSP Kopdit Obor Mas mengambil peran sebagai kakak asuh bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Sikka dan sekitarnya saat kunjungan ke Maumere, Nusa Tenggara Timur, dalam rangka kegiatan "Ngopi Bareng" dan Rapat Anggota Tahunan KSP Kopdit Obor Mas. Dorongan ini bertujuan mempercepat pengembangan koperasi desa melalui pendampingan oleh koperasi yang lebih matang.
Dorongan jadi "kakak asuh" untuk koperasi desa
Menurut Ferry, koperasi besar dengan pengalaman panjang dan tata kelola sehat perlu terlibat aktif mendampingi koperasi baru. Pendampingan diarahkan pada pengelolaan keuangan mikro dan penguatan kapasitas manajerial agar koperasi desa tumbuh profesional dan berkelanjutan.
"Pengalaman yang dimiliki koperasi-koperasi besar ini diharapkan bisa menjadi semacam kakak asuh bagi koperasi desa dan kelurahan. Mereka dapat membantu pengelolaan keuangan mikro yang menjadi salah satu kegiatan utama Koperasi Merah Putih,"
Kinerja dan capaian Kopdit Obor Mas
Ferry menyebut KSP Kopdit Obor Mas sebagai contoh sukses gerakan koperasi nasional. Didirikan sejak 1972, koperasi ini kini berkembang pesat di Nusa Tenggara Timur dengan aset sekitar Rp1,5 triliun. Perkembangan tersebut dianggap bukti bahwa koperasi mampu menyokong ekonomi daerah.
"Perkembangan koperasi kredit di NTT dengan aset yang mencapai triliunan rupiah menunjukkan bahwa koperasi mampu menjadi badan usaha yang memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah,"
Peran LPDB dan sinergi mitra
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menyatakan KSP Kopdit Obor Mas adalah mitra strategis LPDB sejak pandemi Covid-19. Menurutnya, koperasi ini menunjukkan kinerja dan tata kelola yang konsisten memberi manfaat ekonomi bagi anggota.
"KSP Kopdit Obor Mas merupakan mitra LPDB Koperasi sejak masa pandemi Covid-19. Hingga saat ini, koperasi ini terus menjadi mitra yang memiliki kinerja baik, tata kelola yang sehat, serta konsisten memberikan manfaat ekonomi kepada anggotanya,"
Krisdianto menambahkan bahwa LPDB telah mendorong 16 koperasi mitra di berbagai daerah untuk menjadi kakak asuh bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Inisiatif ini bertujuan membangun ekosistem koperasi yang saling menguatkan melalui transfer pengalaman, tata kelola, dan pengembangan usaha.
Dampak dan prospek ke depan
Kunjungan Menteri Koperasi menjadi pengakuan atas keberhasilan Kopdit Obor Mas dalam membangun kepercayaan anggota dan memperkuat ekonomi masyarakat selama lebih dari lima dekade. Ke depan, koperasi ini diharapkan tak hanya sukses secara bisnis, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan pendampingan bagi lahirnya koperasi desa yang tangguh di Flores dan Nusa Tenggara Timur.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Harga Emas Antam Turun Tajam ke Rp2.605.000/gram
Harga emas Antam 24 Juli 2026 turun ke Rp2.605.000/gram, minus Rp35.000; buyback Rp2.345.000/gram. Ketentuan...
INALUM Buka Program Magang, Ajak Talenta Muda Belajar di Industri
INALUM membuka program magang untuk talenta muda belajar langsung di industri nasional, memperkuat keterampi...
Serangan Hama Ganggu Padi di Pasrujambe dan Senduro, Lumajang
Tanaman padi di Pasrujambe dan Senduro, Lumajang, diserang wereng, burung, dan tikus; P3NA Jatim minta penda...
INALUM Dorong Jurnalisme Lingkungan, Hadirkan 65 Karya IN-Journal II
INALUM mendorong jurnalisme lingkungan lewat IN-Journal Chapter II yang menampilkan 65 karya untuk memperkua...
Peak Day Salebration 15 Tahun Blibli: Promo Besar 25-28 Juli
Blibli gelar Peak Day Salebration 25-28 Juli 2026: diskon hingga 90%, potongan sampai Rp2 juta, dan tebus mu...
MUI Usulkan 'Danantara Syariah' untuk Konsolidasi Ekonomi Umat
MUI mengusulkan pembentukan Danantara Syariah Nusantara untuk mengkonsolidasikan sektor ekonomi syariah yang...