Lokal

DPRK Banda Aceh Serukan Konsolidasi Umat Jelang Maulid

Bagikan:
Zikir menyambut Maulid di Masjid Baiturrahim Ulee Lheu Banda Aceh

BANDA ACEH — Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST menyerukan konsolidasi umat menjelang perayaan Maulid untuk menghadang berbagai penyakit sosial, termasuk isu LGBT dan peningkatan angka HIV/AIDS. Seruan itu disampaikan saat acara zikir menyambut Maulid di Masjid Baiturrahim, Ulee Lheu, Kecamatan Meuraxa, Minggu (23/8).

Seruan konsolidasi dan tujuan

Irwansyah meminta masyarakat memanfaatkan momentum Maulid yang menurutnya akan berlangsung hingga tiga bulan ke depan di Aceh. Ia menyatakan peran aktif warga diperlukan untuk menuntaskan masalah sosial yang mulai mengkhawatirkan di Banda Aceh.

"Bagaimana kita bisa memanfaatkan momentum perayaan Maulid di Aceh yang akan berlangsung sampai tiga bulan ke depan sebagai momentum untuk memperkuat syiar dan dakwah dalam mensosialisasikan kepada masyarakat tema-tema dakwah kita tentang bahaya penyakit-penyakit sosial yang mulai berkembang di Banda Aceh."

Menurut Irwansyah, persoalan seperti LGBT dan peningkatan kasus HIV/AIDS tak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Ia menekankan perlunya keterlibatan keluarga, pemuka agama, dan tokoh masyarakat dalam upaya pencegahan dan edukasi.

Teladan Rasulullah sebagai rujukan

Ketua DPRK itu juga mengajak warga menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam berbagai peran hidup. Ia mencontohkan kepemimpinan, pendidikan anak, peran suami-istri, serta semangat kewirausahaan yang bisa diambil dari sirah Rasulullah.

"Jadi momentum Maulid harus dijadikan sebagai sarana untuk membangkitkan kembali gairah cinta dan fanatisme kepada Rasulullah SAW."

Rangkaian acara dan pesan Habib Abdul Haris

Kegiatan zikir dipimpin langsung oleh Habib Abdul Haris bin Sholeh Alaydrus, dilanjutkan dengan taushiah. Dalam tausiyahnya, Habib Abdul Haris menekankan pentingnya memperbanyak zikir dan bersalawat sebagai bentuk penguatan kembali baiat kepada Rasulullah dan upaya menjaga moral masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa melemahnya kebiasaan zikir dan shalawat turut berkontribusi pada merosotnya praktik moral yang dicontohkan Rasulullah, sehingga berbagai persoalan sosial mudah muncul.

Hadirin dan dukungan komunitas

Acara dihadiri oleh anggota DPRK yang juga pengurus BKM Masjid Baiturrahim Tgk. Tarnuman, para imam mukim Meuraxa, geuchik, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah zikir.

  • Lokasi: Masjid Baiturrahim, Ulee Lheu, Meuraxa
  • Tanggal: Minggu, 23 Agustus
  • Pemimpin zikir: Habib Abdul Haris bin Sholeh Alaydrus

Langkah konkret selanjutnya, menurut Irwansyah, adalah memperluas program dakwah dan edukasi di tingkat komunitas serta melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk pencegahan dini terhadap penyakit sosial. Pemanfaatan momentum Maulid diharapkan menjadi pemantik kebangkitan nilai-nilai keagamaan yang menguatkan ketahanan sosial Banda Aceh.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait