Kajian ITB: Konektivitas Digital Dorong Pertumbuhan UMKM dan PDRB
PT Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) ITB merilis kajian pada 25 Mei 2026 yang menyimpulkan konektivitas digital—khususnya melalui infrastruktur Telkomsel—mendorong pertumbuhan ekonomi regional, pemberdayaan UMKM, dan pemerataan akses layanan digital di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur hubungan antara pembangunan infrastruktur digital dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.
Metode kajian
Tim peneliti menggabungkan analisis data ekonomi, model regresi, dan survei lapangan terhadap pelaku usaha. Pendekatan ini bertujuan menangkap korelasi statistik sekaligus pengalaman nyata pengguna layanan digital di berbagai wilayah.
Dampak terhadap PDRB
Hasil analisis menunjukkan korelasi positif antara penambahan infrastruktur dan nilai ekonomi regional. Secara estimatif, penambahan satu BTS berkorelasi dengan kenaikan PDRB sebesar Rp76,19 miliar. Selain itu, peningkatan pemakaian data 1 petabyte berkorelasi dengan naiknya PDRB sebesar Rp9,44 miliar. Kajian juga mencatat kontribusi sektor konektivitas terhadap pendapatan negara mencapai Rp36,97 triliun pada 2024.
Manfaat bagi UMKM
Survei lapangan menunjukkan adopsi layanan digital berkaitan dengan peningkatan performa usaha, terutama di wilayah non-perkotaan. Rata-rata omzet pelaku usaha meningkat hingga 32%, sementara tingkat kepuasan pengguna layanan mencapai 92%. Temuan ini menempatkan konektivitas sebagai katalis peningkatan produktivitas dan daya saing usaha lokal.
Pemerataan akses di wilayah 3T
Kajian menyoroti pentingnya pemerataan akses di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sampai 2024, sekitar 92,4% BTS program BAKTI di wilayah 3T mendapatkan dukungan melalui skema Universal Service Obligation (USO) oleh operator nasional. Perluasan akses ini membuka peluang layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi digital bagi masyarakat yang sebelumnya terbatas.
| Indikator | Dampak / Angka |
|---|---|
| Penambahan 1 BTS | +Rp76,19 miliar PDRB |
| Peningkatan data 1 PB | +Rp9,44 miliar PDRB |
| Kontribusi pendapatan negara (2024) | Rp36,97 triliun |
| Kenaikan rata-rata omzet UMKM | +32% |
| Tingkat kepuasan pengguna | 92% |
| Rasio dukungan BTS BAKTI di 3T | 92,4% |
| Penciptaan lapangan kerja (estimasi) | ~685.000 pekerjaan |
Catatan peneliti
Direktur Utama PT LAPI ITB, Yusmar Anggadinata, menekankan bahwa konektivitas telah melampaui fungsi komunikasi dasar dan kini menjadi infrastruktur ekonomi:
"Konektivitas tidak lagi hanya dipandang sebagai layanan, tetapi sebagai infrastruktur ekonomi yang memiliki keterkaitan langsung dengan produktivitas, inklusi, dan pertumbuhan sosial-ekonomi di berbagai daerah."
Tenaga Ahli Utama PT LAPI ITB, Ian Josef Matheus Edward, mengingatkan agar hasil kajian dipahami dengan proporsional:
"Kajian ini memberikan gambaran mengenai kontribusi konektivitas berdasarkan indikator yang terukur, namun tidak dimaksudkan untuk mengaitkan seluruh perubahan ekonomi kepada satu entitas tertentu. Oleh karena itu, interpretasi terhadap hasil kajian perlu dilakukan secara proporsional dan kontekstual."
PT LAPI ITB menegaskan kajian tidak dimaksudkan untuk membandingkan antaroperator, melainkan fokus pada peran konektivitas digital dalam mendukung pembangunan nasional. Temuan ini relevan bagi pembuat kebijakan dan pelaku industri yang merencanakan investasi infrastruktur untuk mendorong inklusi ekonomi lebih luas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PPKS dan BPDP Perkenalkan Kelapa Sawit ke Siswa SD di Medan
PPKS dan BPDP mengajak siswa SD di Medan belajar kelapa sawit lewat kunjungan edukatif dan praktik di fasili...
Tahun Baru Mars 2026: Planet Merah Mulai Putaran Baru
Planet Mars resmi memasuki tahun baru pada 30 Sep 2026; satu tahun Mars setara sekitar 687 hari Bumi dan ter...
Crew-13 Meluncur ke ISS, Empat Astronot Gabung Ekspedisi 75
NASA dan SpaceX meluncurkan Crew-13 ke ISS pada 1 Oktober 2026; empat astronaut dijadwalkan bergabung dengan...
Teleskop Roman Tangkap Cahaya Pertama dari Awan Magellan Besar
Nancy Grace Roman lulus uji pandu presisi dan Coronagraph-nya menangkap cahaya pertama dari Awan Magellan Be...
Kemkomdigi Perketat Pengawasan Ruang Digital, Takedown Konten Krusial 4 Jam
Kemkomdigi memperketat pengawasan ruang digital dengan takedown konten krusial maksimal 4 jam dan mengajak p...
Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Harga Terbaru
Harga emas Pegadaian terkoreksi 29 Sept 2026; emas tetap jadi pilihan lindung nilai namun punya risiko seper...