Komisi XI Optimistis Ekonomi Menuju Target 8 Persen
Komisi XI DPR RI menyatakan optimisme bahwa perekonomian Indonesia berada di jalur menuju target pertumbuhan 8 persen. Pernyataan itu disampaikan seiring data pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen pada kuartal I 2026, dan rencana target pemerintah untuk 2027 di kisaran 5,8–6,5 persen.
Target 2027 sebagai tahapan menuju 8 persen
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan target pertumbuhan 2027 yang ditetapkan pemerintah sebagai langkah menuju angka 8 persen. Ia menilai rentang 5,8–6,5 persen pada 2027 adalah bagian dari proses pencapaian itu.
"Target pertumbuhan di tahun 2027 itu antara 5,8 sampai 6,5. Artinya apa, bahwa pertumbuhan menuju ke delapan persen ini sedang kita tapaki,"
Peran kebijakan fiskal dan moneter
Misbakhun menekankan perlunya sinergi antara legislatif dan eksekutif untuk mewujudkan target. Ia menyebut diskusi intensif mengenai kebijakan fiskal dan moneter terus berlangsung untuk mendukung momentum pertumbuhan.
"Kami di DPR selalu mendiskusikan tentang semua kepentingan para pengambil kebijakan. Baik di sektor moneter maupun di sektor fiskal untuk membangun sinergi bagaimana pertumbuhan ini bisa kita capai,"
APBN 2026 dan dukungan fiskal
Salah satu poin yang disorot Komisi XI adalah peningkatan pagu belanja negara dalam APBN 2026. Nilai pagu tahun ini tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yang dinilai dapat menjadi salah satu pendorong aktivitas ekonomi.
| Tahun | Pagu APBN (Rp triliun) |
|---|---|
| 2026 | 3.842,7 |
| 2025 | 3.621,3 |
Tantangan yang harus dijaga
Meskipun optimistis, Komisi XI mengingatkan adanya tantangan yang perlu diantisipasi. Dua hal utama yang disebutkan adalah sentimen pasar dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Menjaga stabilitas kedua faktor itu dianggap krusial agar target pertumbuhan bisa terealisasi.
Dengan capaian 5,61 persen pada kuartal I 2026 dan peningkatan pagu APBN, Komisi XI menilai fondasi pertumbuhan semakin kuat. Namun, sinergi kebijakan dan pengelolaan sentimen publik tetap menjadi kunci untuk meneruskan laju menuju target 8 persen.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pensiunan Jual Kopi dari Kebun Kulon Progo di Belakang Pasar Ngasem
Pensiunan L. Ernawan jalankan kedai kopi "Belum Ada Nama" di belakang Pasar Ngasem, sumber biji dari kebun K...
Satu Dekade Produksi Arang di Moyudan, Joko Andalkan Kualitas
Produsen arang di Moyudan sejak 2015, Joko Mulyanto andalkan kayu keras dan teknik pendinginan abu untuk men...
MotoGP 2026 Jadi Etalase Produk UMKM Mataram
Pemerintah Kota Mataram mempersiapkan UMKM tampil di MotoGP Mandalika 2026 lewat kurasi, pembinaan, dan peni...
Tips Memilih Benang dan Hakpen untuk Pemula Merajut
Putri Hidayah membagikan tips memilih benang dan hakpen untuk pemula agar menghasilkan rajutan rapi dan taha...
Wali Kota Illiza Dukung UMKM Parfum Banda Aceh
Wali Kota Illiza kunjungi KIMI Parfum, dorong program "Banda Aceh sebagai Kota Parfum" dan kerja sama dengan...
Mengapa Produk Handmade Tetap Diburu di Era Produksi Massal
Produk handmade tetap laris karena keunikan, personalisasi, dan kualitas bahan, kata Putri Hidayah saat Obro...