Mengapa Obligasi Begitu Diminati? Ini Keuntungannya
Penerbitan obligasi global oleh Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia kembali menarik perhatian publik baru-baru ini setelah permintaan mencapai lebih dari tiga kali lipat target. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: mengapa banyak investor, baik domestik maupun global, memilih instrumen obligasi?
Secara singkat, obligasi adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah atau korporasi untuk memperoleh pembiayaan. Investor yang membeli obligasi pada dasarnya meminjamkan dana kepada penerbit dan menerima imbal hasil berupa kupon secara berkala.
Berikut ringkasan keuntungan utama obligasi, yang banyak dikutip oleh pelaku pasar dan lembaga keuangan.
- Pendapatan tetap secara periodik
- Relatif lebih aman dibanding saham
- Mendukung diversifikasi portofolio
- Potensi capital gain di pasar sekunder
- Banyak pilihan sesuai profil risiko
- Dapat digunakan sebagai jaminan
- Membantu melawan inflasi
1. Memberikan pendapatan tetap
Salah satu daya tarik utama obligasi adalah pembayaran kupon yang rutin. Investor biasanya menerima pembayaran kupon setiap tiga atau enam bulan. Hal ini cocok bagi mereka yang ingin arus kas lebih pasti.
2. Relatif lebih aman
Dibanding saham, obligasi cenderung mengalami fluktuasi harga yang lebih kecil. Contohnya, obligasi pemerintah memiliki jaminan negara pada pokok dan kupon sehingga risikonya rendah. Namun, investor tetap harus menilai kualitas penerbit terutama pada obligasi korporasi.
3. Membantu diversifikasi portofolio
Obligasi sering menjadi penyeimbang saat pasar saham turun. Nilai obligasi yang lebih stabil dapat mengurangi volatilitas keseluruhan portofolio. Oleh karena itu, kombinasi saham dan obligasi sering dianjurkan untuk tujuan alokasi aset.
4. Potensi capital gain
Selain kupon, investor berpeluang mendapat capital gain jika menjual obligasi di pasar sekunder saat harganya naik. Kenaikan harga biasanya terjadi saat suku bunga pasar turun atau permintaan obligasi meningkat.
5. Banyak pilihan sesuai profil risiko
Pasar menawarkan berbagai jenis obligasi. Pilihan meliputi Surat Utang Negara (SUN), obligasi korporasi, sukuk, hingga obligasi beragun aset. Investor dapat memilih instrumen yang sesuai tujuan dan toleransi risiko.
6. Dapat digunakan sebagai jaminan
Dalam kondisi tertentu, obligasi bisa dijadikan agunan untuk memperoleh fasilitas kredit dari bank atau lembaga keuangan. Fitur ini memberi fleksibilitas tambahan bagi pemegang obligasi.
7. Membantu melawan inflasi
Jika tingkat kupon melebihi laju inflasi, maka daya beli investor relatif terjaga. Karena itu, obligasi menjadi salah satu instrumen yang dipertimbangkan untuk perlindungan nilai jangka panjang.
Risiko dan pertimbangan
Meski memiliki banyak keunggulan, obligasi tidak bebas risiko. Risiko utama meliputi gagal bayar penerbit dan fluktuasi suku bunga. Investor perlu menyesuaikan pilihan obligasi dengan profil risiko, jangka waktu investasi, dan tujuan keuangan.
Dengan memahami karakteristik dan manfaatnya, obligasi dapat menjadi pilihan yang menarik bagi investor yang menginginkan keseimbangan antara potensi imbal hasil dan tingkat keamanan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kementerian UMKM Perkuat Integrasi SAPA UMKM
Kementerian UMKM menggalang sinergi lintas kementerian untuk mengintegrasikan SAPA UMKM, platform layanan te...
Rupiah Tertekan Isu Geopolitik dan Utang Pemerintah
Rupiah melemah 0,09% ke Rp17.877 pada 12 Agustus 2026, terdorong ketegangan geopolitik dan naiknya utang pem...
Kemendag Gandeng Ritel Modern Perluas Akses Pasar UMKM
Kemendag luncurkan Pojok PPPB dan jalin sinergi dengan ritel modern untuk memperluas akses pasar UMKM pangan...
Amazy dan PLN Latih Ratusan Purnabakti Jadi Wirausaha Frozen Food
Amazy dan PLN tutup dua tahun kemitraan pelatihan, membekali ratusan purnabakti PLN jadi wirausaha frozen fo...
Utang Pemerintah Tembus Rp10.293 T, Menkeu Siapkan Langkah Strategis
Menkeu Purbaya: utang pemerintah per Juni 2026 Rp10.293,69 triliun; pemerintah siapkan langkah strategis kur...
Ekspor Nonmigas Juni 2026 Tumbuh 8,68% ke USD24,39 Miliar
Ekspor nonmigas Juni 2026 naik 8,68% ke USD24,39 miliar, membantu perbaikan neraca perdagangan meski impor t...