Nasional

Kemensos Siapkan 4.000 Ketua RT sebagai Agen Perlinsos

Bagikan:

Kementerian Sosial bersama Pemerintah Kota Jakarta Pusat menyiapkan 4.000 ketua RT menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk mendampingi warga mengakses layanan digital dan memperbarui data bansos. Pengumuman ini disampaikan di Jakarta pada Selasa, 22 September 2026, sebagai bagian dari Gerakan Peduli Tetangga.

Tujuan dan fungsi Agen Perlinsos

Program bertujuan membantu warga yang belum terbiasa atau tidak memiliki perangkat untuk mendaftar layanan sosial secara digital. Agen akan mendampingi tetangga dalam pendaftaran, pembaruan data, dan pengajuan sanggahan jika data kesejahteraan tidak sesuai kondisi nyata.

"Tugasnya agen itu adalah membantu orang lain. Nah, membantu itu diharapkan bukan orang jauh, tapi tetangganya dulu,"

"Maka itu namanya Gerakan Peduli Tetangga. Karena namanya juga tetangga, kan dimulai dari RT masing-masing dulu,"

Pelaksanaan awal di Jakarta Pusat

Pilot program dimulai di Jakarta Pusat. Pemerintah Kota menyiapkan bimbingan teknis bagi camat, lurah, operator data kelurahan, dan pendamping sosial sebelum sosialisasi kepada ketua RT. Sosialisasi akan menjangkau ketua RT di 44 kelurahan yang tersebar pada delapan kecamatan.

"Lurah-lurah ini adalah garda terdepan pelayanan pemerintah yang sering kali menerima keluhan warga masyarakat,"

Peran teknis dan verifikasi data

Agen yang memenuhi syarat adalah warga yang sudah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan mampu menggunakan teknologi. Pendampingan dilakukan secara tatap muka karena pendaftaran memakai verifikasi biometrik. Hasil pembaruan awal bisa terlihat melalui sistem, tetapi penetapan final tetap mengikuti proses verifikasi dan validasi resmi.

"Jadi sekaligus instrumen untuk memperbaiki, memutakhirkan data,"

Rencana perluasan ke tingkat provinsi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan perluasan dengan target sekitar 24 ribu Agen Perlinsos. Salah satu kelompok yang diandalkan adalah kader Dasawisma yang jumlahnya mencapai 76 ribu orang, sehingga potensial memenuhi kebutuhan agen di seluruh DKI.

"Begitu ada target bahwa DKI Jakarta perlu 24 ribu Agen Perlinsos, kami akan menggunakan Dasawisma. Dasawisma itu ada 76 ribu,"

Pemprov tengah menyusun tata kerja dan modul pelatihan. Percepatan kepemilikan IKD menjadi fokus agar calon agen segera dapat mendaftar dan membantu warga.

Integrasi data dan dukungan lintas sektor

Usulan lain mencakup keterlibatan sekolah, pendamping sosial, dan petugas layanan kesehatan dalam pendampingan. Juga diusulkan pengembangan sistem yang menghubungkan data bantuan pusat dan daerah sehingga hasil sinkronisasi bisa langsung diteruskan ke Kemensos.

"Dan hasil padanan dari kita langsung ditransfer juga ke Kemensos,"

Kemensos dan Pemkot Jakarta Pusat akan menggelar pelatihan awal dan memastikan setiap ketua RT memahami tugas sebelum deklarasi resmi program. Pelaksanaan bertahap dipilih untuk menjamin agen benar-benar siap mendampingi warga dalam proses digitalisasi layanan sosial.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait