Kemenperin Perkuat Industri Gaya Hidup Aktif lewat ISAW dan Cosmetic Day
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyatakan Kementerian Perindustrian memperkuat ekosistem industri pendukung gaya hidup aktif dan sehat lewat penyelenggaraan Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) dan Cosmetic Day 2026. Kegiatan digelar pada 3-6 Agustus 2026 di Plaza Industri, Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, dengan tema "Lokal, Aktif, Halal" untuk mendorong promosi, kolaborasi, dan daya saing produk nasional.
Agenda, tema, dan tujuan
ISAW merupakan program tahunan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka yang dimulai pada 2023. Cosmetic Day telah berjalan sejak 2019. Kedua agenda ini menjadi platform untuk menampilkan produk, inovasi, serta memperkuat jejaring pelaku usaha.
Dengan tema Lokal, Aktif, Halal, Kemenperin menekankan penguatan merek lokal, pengembangan produk yang mendukung gaya hidup sehat, serta pemenuhan standar halal sebagai strategi daya saing.
Kaitan pasar, konsumen, dan tren
Faisol menggambarkan keterkaitan pasar pakaian olahraga dan kosmetik yang semakin erat seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Kedua sektor dinilai meraih konsumen dari kelompok usia produktif yang adaptif terhadap tren.
Ketika olahraga dan penampilan menjadi bagian dari gaya hidup, industri ini memiliki basis konsumen yang kuat, terutama kelompok usia produktif.
Data pasar dan ekspor
Beberapa angka menyorot potensi pasar lokal dan peluang ekspor. Laporan riset menunjukkan kenaikan nilai pasar sportswear dan ekspor produk tekstil serta alat olahraga yang positif dalam beberapa tahun terakhir.
| Indikator | Tahun | Nilai |
|---|---|---|
| Pasar sportswear (Indonesia) | 2025 | Rp38,5 triliun |
| Proyeksi pasar sportswear | 2030 | Rp58,6 triliun |
| Ekspor pakaian jadi | 2024–2025 | USD7,08 miliar → USD7,27 miliar |
| Ekspor alat olahraga | 2024–2025 | USD274,4 juta → USD306,3 juta (naik 12%) |
Laporan yang dikutip memperkirakan peningkatan nilai pasar sportswear hingga 2030 dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) yang menunjukkan peluang besar bagi industri dalam negeri.
Strategi peningkatan kualitas dan sertifikasi
Faisol menegaskan peningkatan kualitas produk, inovasi, dan pemenuhan standar, termasuk sertifikasi halal, menjadi prioritas. Nilai halal dianggap sebagai keunggulan kompetitif untuk memasuki pasar global.
Citra halal menjadi salah satu kekuatan produk Indonesia dalam menghadapi persaingan pasar global.
Dengan memperkuat aspek tersebut, pemerintah berharap produk lokal dapat memanfaatkan peluang domestik sekaligus pasar ekspor, termasuk basis lebih dari dua miliar konsumen Muslim di Asia dan Afrika.
Kesimpulan dan prospek
Penyelenggaraan ISAW dan Cosmetic Day 2026 menegaskan arah kebijakan untuk menggabungkan promosi produk lokal, pengembangan tren gaya hidup sehat, dan penguatan standar halal. Langkah ini diharapkan mendorong kapasitas industri nasional, memperbesar pangsa pasar domestik, dan membuka peluang ekspor yang lebih luas.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
IHSG Menguat ke 6.272 pada Pembukaan, Dana Asing Masih Net Sell
IHSG dibuka menguat ke 6.272,61 pada 3 Agustus 2026 meski investor asing masih mencatat net sell sekitar Rp3...
Hyundai Tawarkan CRETA & STARGAZER dengan Promo GIIAS 2026
Hyundai hadirkan promo GIIAS 2026 untuk CRETA dan STARGAZER: harga STARGAZER mulai Rp241 juta, Resale Value...
IHSG Berpotensi Naik, Investor Tunggu Inflasi dan Neraca Perdagangan
IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan Senin ini, didorong sentimen data inflasi dan neraca perdagangan ser...
Rupiah Berisiko Melemah Pekan Depan akibat Rilis Data BPS & BI
Rupiah berisiko melemah pekan depan karena rilis data BPS dan BI, termasuk neraca perdagangan, inflasi, dan...
Prakiraan Harga Emas Pekan Depan: Support Rp2,41Jt, Resistansi Rp2,72Jt
Harga emas pekan depan diprakirakan fluktuatif akibat ketegangan geopolitik; support Rp2,41 juta/gram dan re...
Harga Semangka Naik Jadi Rp6.000/kg di Aceh Utara
Pasokan semangka menipis pasca-puncak panen, sehingga harga di Aceh Utara naik menjadi Rp6.000 per kilogram.