Sekda Jelaskan Penyebab Kematian Harimau Putih Semarang Zoo
Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, menyatakan harimau putih dari Semarang Zoo meninggal pada Maret lalu. Hewan itu sempat dipindahkan ke R Zoo Medan dan dilaporkan dalam kondisi baik saat pengiriman. Pemeriksaan menunjukkan sejumlah masalah kesehatan, sementara Pemkot menduga kekurangan anggaran memperburuk kondisi perawatan satwa.
Penyebab menurut Sekda
Handi mengatakan penyebab kematian berkaitan dengan riwayat kawin sedarah dalam populasi harimau di kebun binatang. Ia menyebutkan bahwa harimau yang dikirim adalah keturunan dari perkawinan sedarah sehingga terdapat masalah genetik.
"Kejadian sudah Maret yang lalu itu, sampai R Zoo Medan baik-baik saja. Sudah ada perjanjian kerja sama sesuai urutan administrasi, alasan internal harimau kita sudah banyak hasil dari kawin sedarah,"
Menurut Sekda, status DNA hewan sudah terkontaminasi sehingga diperlukan penyuntikan genetik atau masuknya "darah baru" untuk mencegah pasangan yang juga dekat secara genetis.
Hasil pemeriksaan jasad
Pemeriksaan jenazah menemukan sejumlah kelainan pada organ vital. Temuan utama meliputi:
- Lesi dan perlukaan pada organ lambung
- Peradangan dan perdarahan pada paru-paru
- Pembengkakan pada jantung, hati, dan ginjal
- Kerusakan dan "ptcie" pada sebagian organ hati yang mengindikasikan fungsi hati menurun
- Saluran pencernaan kosong, menandakan hewan sudah dalam waktu lama tidak makan
"Terjadinya pembengkakan pada organ jantung, hati, dan juga ginjal. Ditemukan kerusakan dan ptcie pada sebagian organ hati yang mengindikasikan kinerja organ yang sudah tidak maksimal,"
Masalah anggaran dan dampaknya
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menduga perawatan menurun karena keterbatasan anggaran. Ia menyebut efisiensi dipaksakan ketika dana tidak memadai, sehingga perawatan hewan terkena imbasnya.
"Sepertinya kekurangan anggaran yang ada di Semarang Zoo. Ini menjadi penyebab utama mengapa proses perawatannya itu dilakukan efisiensi,"
Agustina menambahkan bahwa pemerintah provinsi telah dihubungi untuk menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga. Opsi ini dianggap perlu agar manajemen dan perawatan satwa bisa ditingkatkan.
"Kemungkinan itu opsi yang akan kita ambil, supaya diambil alih pihak ketiga,"
Ke depan
Semarang Zoo saat ini dikelola oleh BUMD, sehingga bila pendapatan tidak cukup, biaya operasional sulit terpenuhi. Kasus ini menyoroti kebutuhan perbaikan manajemen genetik populasi satwa, penganggaran berkelanjutan, dan kemungkinan kerja sama publik-swasta untuk memperbaiki standar perawatan.
Sekda dan Wali Kota menyatakan langkah administrasi dan kerja sama akan terus diproses untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rangkaian Lengkap HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap
Puncak HUT ke-81 TNI digelar di Mabes TNI Cilangkap pada 5 Oktober 2026, mencakup upacara, penganugerahan, s...
30 Link Twibbon HUT ke-81 TNI 2026 dan Cara Pasang
Kumpulan 30 link Twibbon HUT ke-81 TNI 2026 dan panduan singkat memasangnya untuk disebar di media sosial.
HUT ke-81 TNI 2026: Tema dan Unduh Logo Resmi
TNI merilis tema HUT ke-81 dan menyediakan logo serta materi publikasi resmi yang bisa diunduh untuk poster,...
Menkomdigi: 4,1 Juta Konten Judi Online Ditangani
Menkomdigi Meutya Hafid ungkap 4,1 juta konten judi online ditangani, mayoritas situs/IP berasal dari luar n...
Sejarah TNI: Dari TKR ke Tentara Nasional Indonesia
5 Oktober diperingati sebagai Hari TNI karena pembentukan TKR pada 1945 yang kemudian berkembang menjadi Ten...
Menkomdigi Tekankan Penerapan PP Tunas saat Audiensi dengan LEGO
Menkomdigi Meutya Hafid dorong penerapan PP Tunas dan persetujuan orang tua saat audiensi dengan LEGO untuk...