KOWANI Luncurkan Gerakan Ketahanan Pangan Berbasis Perempuan
Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) meluncurkan Gerakan Nasional Ketahanan Pangan berbasis pemberdayaan perempuan dan pemanfaatan pangan lokal pada Seminar Nasional di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026. Inisiatif ini ditandai dengan peluncuran Festival Panen Raya KOWANI sebagai langkah awal menuju visi Indonesia Emas 2045.
Gerakan terpadu untuk keluarga dan desa
Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto menjelaskan gerakan ini mengintegrasikan pemberdayaan perempuan dengan penguatan ketahanan pangan nasional. Ia menilai pembangunan keluarga, desa, dan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi pencapaian tujuan jangka panjang.
"KOWANI tidak sedang menyiapkan sebuah acara, tetapi menyiapkan sebuah peradaban. Ketahanan pangan dimulai dari keluarga yang tangguh, dan keluarga yang tangguh dimulai dari perempuan yang berdaya,"
Empat gerakan strategis
Sebagai bagian dari rangkaian menuju 100 Tahun KOWANI, organisasi ini meluncurkan empat program strategis yang saling terkait. Keempat gerakan dirancang untuk memperkuat produksi, nilai tambah, dan akses pasar produk pangan lokal.
- Festival Panen Raya KOWANI
- Tempe Goes to UNESCO sebagai upaya diplomasi budaya dan pangan
- Pamong Pramuka KOWANI
- Transformasi digital organisasi
Dukungan dari pemerintah
Pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kantor Staf Presiden menyatakan dukungan terhadap gerakan KOWANI. Mereka menilai peran perempuan krusial sebagai penggerak sistem pangan dari tingkat keluarga hingga komunitas.
"Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan pangan nasional. Jutaan perempuan Indonesia berperan pada berbagai sektor pangan, dari petani hingga penggerak program pemberdayaan masyarakat,"
Pihak kementerian menekankan pentingnya diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal dan hilirisasi hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah produk nasional. Mereka juga mengapresiasi inisiatif Tempe Indonesia Menuju UNESCO sebagai bagian diplomasi budaya.
Deputi Bidang Perekonomian dan Pangan Kantor Staf Presiden, Popy Rufaidah, menambahkan bahwa KOWANI berperan sebagai mitra pemerintah dalam menggerakkan masyarakat hingga tingkat desa dan keluarga. Popy mendorong pengembangan komoditas strategis di desa binaan, seperti cabai merah, jahe, dan anggur, serta kesiapan Kantor Staf Presiden memperkuat koordinasi lintas kementerian bila diperlukan.
Dampak dan prospek
Gerakan ini menempatkan perempuan sebagai motor perubahan dalam sistem pangan. Dengan fokus pada diversifikasi pangan lokal, hilirisasi, dan penguatan UMKM serta koperasi, program diharapkan meningkatkan ketahanan ekonomi dan pangan di tingkat daerah.
Ke depan, keberhasilan inisiatif ini akan bergantung pada kolaborasi lintas sektor, dukungan kebijakan, dan kemampuan menghubungkan produksi lokal dengan pasar yang lebih luas. KOWANI berupaya mewariskan bukan sekadar organisasi besar, melainkan sebuah gerakan yang berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Patrialis: Sengketa Pilpres 2024 Seharusnya Sudah Kedaluwarsa
Patrialis Akbar menilai permohonan sengketa Pilpres 2024 yang diajukan 2026 telah kedaluwarsa dan seharusnya...
45 Ucapan Rayakan HUT ke-81 TNI (5 Okt 2026)
Kumpulan 45 ucapan untuk menyambut HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026, siap dipakai sebagai caption dan pesan...
Rangkaian Lengkap HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap
Puncak HUT ke-81 TNI digelar di Mabes TNI Cilangkap pada 5 Oktober 2026, mencakup upacara, penganugerahan, s...
30 Link Twibbon HUT ke-81 TNI 2026 dan Cara Pasang
Kumpulan 30 link Twibbon HUT ke-81 TNI 2026 dan panduan singkat memasangnya untuk disebar di media sosial.
HUT ke-81 TNI 2026: Tema dan Unduh Logo Resmi
TNI merilis tema HUT ke-81 dan menyediakan logo serta materi publikasi resmi yang bisa diunduh untuk poster,...
Menkomdigi: 4,1 Juta Konten Judi Online Ditangani
Menkomdigi Meutya Hafid ungkap 4,1 juta konten judi online ditangani, mayoritas situs/IP berasal dari luar n...