Lokal

Kebakaran Barak Pekerja di Aceh Selatan, Bocah 5 Tahun Tewas

Bagikan:
Kebakaran barak pekerja di Aceh Selatan yang menewaskan anak lima tahun

TAPAKTUAN — Kebakaran melanda barak pekerja PT Agro Sinergi Nusantara di Afdeling II, Gampong Seuneubok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (8/9). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu menewaskan seorang anak perempuan berusia lima tahun, diduga terjebak di dalam salah satu rumah barak.

Kebakaran dan korban

Api pertama kali tercium oleh warga yang melapor setelah mencium bau menyengat seperti nasi terbakar. Saat warga tiba, kobaran api sudah membesar dan cepat menjalar karena material bangunan mayoritas terbuat dari kayu kering.

Setelah api berhasil dipadamkan, warga dan pihak perusahaan menemukan jasad seorang anak perempuan bernama Zahra, anak dari Mursal, karyawan PT ASN. Korban ditemukan hangus terbakar di dekat pintu kedua salah satu barak.

Evakuasi dan saksi

Sebelum kebakaran, Zahra dilaporkan sedang bermain bersama seorang anak laki-laki bernama Jonatan, seumuran lima tahun. Jonatan berhasil keluar dan selamat, sedangkan Zahra diduga tidak sempat menyelamatkan diri.

Warga bersama karyawan perusahaan berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya sambil menghubungi pihak berwenang. Personel polisi dan tim penanggulangan kebakaran juga dikerahkan ke lokasi.

Upaya pemadaman

Beberapa instansi dan pihak terlibat dalam pemadaman. Mereka tiba di lokasi dan membantu proses pendinginan hingga api dapat dikendalikan.

  • Polsek Trumon Timur
  • Brimob Kompi 3 Yon C Pelopor Trumon
  • Damkar-PB 06 Trumon Timur
  • Karyawan PT Agro Sinergi Nusantara

"Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah proses pemadaman selesai, warga dan pihak perusahaan menemukan jasad seorang anak perempuan di dalam salah satu rumah,"

Diduga penyebab dan kerugian

Menurut keterangan awal saksi, titik awal kebakaran diduga berasal dari barak pintu ketiga. Api kemungkinan dipicu sisa kayu bakar yang masih berada di atas tungku di bagian belakang rumah. Penyebab pasti masih dalam penyelidikan kepolisian.

Kebakaran menghanguskan sedikitnya tiga unit rumah barak. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp100 juta. Proses pendinginan dan pemeriksaan di lokasi berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 WIB.

Penanganan selanjutnya

Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran dan adanya unsur kelalaian. Penanganan di lokasi juga mencakup pendataan kerusakan dan upaya mencegah kejadian serupa.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penataan tempat tinggal pekerja dan pengelolaan sumber api di area hunian sementara.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait