Keanekaragaman Hayati Jadi Kekayaan Utama Indonesia
Pada acara ESG Awards 2026 di Jakarta, 6 Agustus 2026, Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI Riki Frindos menegaskan bahwa keanekaragaman hayati adalah aset terbesar Indonesia yang sering diabaikan. Ia menyebut sumber daya genetik sebagai "tambang emas" yang berkelanjutan jika dijaga dan dimanfaatkan dengan bijak. Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat memperingatkan bahwa hilangnya keanekaragaman kini berubah menjadi risiko finansial.
Sumber daya genetik sebagai 'tambang emas'
Riki Frindos menjelaskan bahwa kekayaan hayati tidak hanya bernilai ekonomis langsung. Pohon, misalnya, selain kayu juga menyediakan udara bersih, menyimpan air, dan mengatur iklim. Ia menekankan pentingnya memandang sumber daya genetik sebagai modal jangka panjang.
"Sumber daya genetik Indonesia disebutnya sebagai 'tambang emas' yang tidak akan habis selama dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,"
Lebih lanjut, Riki menyoroti potensi pengembangan produk bernilai tinggi dari keanekaragaman hayati. Ia menyebutkan beberapa sektor yang bisa memanfaatkan sumber genetik tersebut:
- Obat-obatan
- Pangan
- Kosmetik
- Produk bioteknologi dan lainnya
"Kekayaan keanekaragaman non-hayati, yang selamanya akan bisa kita miliki selama kita jaga dan manfaatkan secara berkelanjutan. Tapi sayangnya sering kita abaikan atau setidaknya kita underestimate nilainya,"
Nilai ekonomi dan risiko finansial
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menegaskan bahwa kerusakan keanekaragaman hayati membawa dampak finansial nyata. Ia mengingatkan bahwa alam tidak lagi bisa diperlakukan sebagai sumber daya gratis.
"Ketika ekosistem terancam, portofolio investasi turut terpengaruh,"
Pernyataan ini menyoroti hubungan erat antara kondisi lingkungan dan stabilitas investasi. Kerusakan ekosistem dapat menurunkan nilai aset dan menambah biaya operasional bagi sektor yang bergantung pada layanan ekosistem.
Arah investasi: dari merusak ke pelestarian
Sejalan dengan peringatan tersebut, Jumhur mendorong pergeseran modal dari praktik yang merusak alam ke langkah yang mendukung pelestarian. Ia menyebut sudah ada upaya untuk mengalihkan investasi negatif menjadi positif terhadap alam.
"Telah banyak langkah berani menggeser investasi yang bersifat merusak nature negative menjadi nature positive,"
Peralihan ini penting untuk memastikan manfaat keanekaragaman hayati dapat dinikmati luas. Riki mengingatkan pula bahwa pemanfaatan kekayaan hayati harus diarahkan untuk kemakmuran seluruh rakyat, bukan hanya kelompok kecil.
Implikasi ke depan
Penekanan pada nilai ekonomi keanekaragaman membuka peluang baru bagi kebijakan dan bisnis. Penghitungan risiko dan nilai ekosistem perlu menjadi bagian dari perencanaan investasi. Dengan demikian, pemanfaatan berkelanjutan bisa mendorong kesejahteraan jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Investasi yang berorientasi pelestarian juga berpotensi menciptakan lapangan kerja hijau dan mendorong inovasi produk bernilai tambah dari sumber daya genetik Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Martha Christina Tiahahu: Srikandi Remaja Perang Pattimura
Martha Christina Tiahahu, pahlawan muda Maluku, berjuang dalam Perang Pattimura 1817 dan dikenang sebagai si...
ESDM Tambah PNBP Rp20,98 Miliar dari Lelang Batubara
ESDM menambah PNBP Rp20,98 miliar dari lelang batubara hasil penegakan hukum; pemenang wajib selesaikan peng...
Kemendikdasmen Telusuri Dugaan Penyalahgunaan Data Dapodik
Kemendikdasmen menelusuri dugaan penyalahgunaan data Dapodik yang viral, melakukan verifikasi menyeluruh dan...
Pendanaan Startup Indonesia Turun 49% pada 2025, Capaian Hanya USD 355 Juta
Kemenperin catat pendanaan startup Indonesia turun 49% pada 2025 menjadi USD 355 juta; pemerintah dorong per...
Kemenperin Perkuat Ekosistem Startup demi Transformasi Digital
Kemenperin memperkuat ekosistem startup sejak 2018 untuk percepat digitalisasi manufaktur melalui program, k...
Kemenhaj Operasikan Posko Pengawasan Umrah di Terminal 2F Soetta
Kemenhaj membuka Posko Pengawasan Umrah di Terminal 2F Soekarno-Hatta untuk menekan jemaah ilegal dan cek le...