Zulhas: Keamanan Pangan MBG Tak Boleh Dikompromikan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan standar keamanan dalam pelaksanaan program Masak Bersama Gizi (MBG) tidak boleh dikompromikan setelah dugaan insiden di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo, Jumat, 4 September 2026. Insiden itu dilaporkan menyebabkan lebih dari 500 santri dan penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan.
Insiden di SPPG Kalitengah
Zulhas menyebut setiap insiden keamanan pangan harus menjadi alarm bagi semua SPPG di seluruh Indonesia. Ia menegaskan tidak ada toleransi terhadap keselamatan penerima manfaat MBG.
Menurut pernyataannya, setiap dugaan kelalaian perlu diperiksa secara menyeluruh. Jika ditemukan pelanggaran, ia meminta agar tindakan tegas segera diberlakukan.
Standar keamanan yang harus dipatuhi
Zulhas menekankan peningkatan disiplin di SPPG tidak cukup hanya memenuhi persyaratan administratif. Standar teknis juga harus dipatuhi secara ketat untuk mencegah kejadian berulang.
- Higiene dan sanitasi dapur.
- Pengolahan makanan sesuai prosedur.
- Penyimpanan bahan dan produk jadi yang aman.
- Penyajian dan distribusi makanan yang terkendali.
Ia meminta pengelola dapur dan petugas terkait meningkatkan pengawasan harian serta mendokumentasikan proses sesuai standar.
Satu kejadian saja harus kita anggap serius. Apalagi kalau sampai ratusan anak terdampak. MBG adalah program untuk memperbaiki gizi dan masa depan anak-anak Indonesia, karena itu, keselamatan mereka tidak boleh dikompromikan
Ujaran tersebut disampaikan dalam keterangan pers tertulis, Jumat, 4 September 2026.
Perbaikan program dan prioritas mutu makanan
Zulhas mengatakan pemerintah terus memperbaiki program MBG. Pemerintah tidak hanya mengejar jumlah dapur yang beroperasi atau kuantitas penerima manfaat, tetapi menekankan kualitas, keamanan, dan nilai gizi makanan.
Program MBG terus kita perbaiki, kita tidak hanya mengejar berapa banyak dapur yang beroperasi atau berapa banyak penerima manfaat. Yang utama adalah makanan harus aman, bergizi, dan prosesnya memenuhi standar
Dengan penekanan itu, langkah-langkah pemeriksaan dan pembinaan teknis akan diperkuat. Zulhas berharap seluruh SPPG menerapkan standar tersebut secara konsisten untuk melindungi penerima manfaat, terutama anak-anak.
Implikasi: Kasus di Kalitengah menjadi pengingat pentingnya pengawasan keamanan pangan pada program pemerintah. Hasil pemeriksaan mendetail yang dijanjikan pihak berwenang akan menentukan langkah pembinaan dan sanksi yang mungkin diberlakukan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...