Warga Khawatir Lokasi Pembangunan KD/KMP Bakaran Batu Rawan Banjir
Rantauprapat — Pembangunan gedung gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP) di Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Labuhanbatu, memicu kekhawatiran warga. Lokasi proyek yang kini hampir selesai dibangun berada di tengah pembibitan dan hanya sekitar 50 meter dari bibir Sungai Aek Tapa, di ruas Jalan Sisingamangaraja Rantauprapat. Kondisi ini dinilai rawan banjir karena elevasi tapak proyek sekitar 150 centimeter di atas permukaan badan jalan.
Lokasi dan kondisi tapak
Tapak pembangunan berada di lingkungan Aek Tapa, kawasan yang selama ini menjadi jalur aliran air saat hujan lebat. Pembangunan terlihat menonjol karena berada di area pembibitan tanaman, sehingga tata aliran air dan drainase di sekitar lokasi terpengaruh. Jarak ke sungai yang relatif dekat menambah kekhawatiran terhadap potensi limpasan saat sungai meluap.
Ancaman banjir tersaksikan setelah hujan
Ancaman banjir tampak nyata setelah hujan lebat yang mengguyur Rantauprapat pada Sabtu malam, 25 Juli. Pada Minggu pagi, 26 Juli, area sekitar lokasi proyek menunjukkan genangan air yang dapat meningkat menjadi banjir cukup dalam sewaktu-waktu.
- Lokasi berjarak sekitar 50 meter dari bibir Sungai Aek Tapa
- Tapak berdiri di tengah pembibitan sehingga mengganggu tata aliran permukaan
- Ketinggian tapak sekitar 150 cm di atas badan jalan utama
Riwayat banjir menurut narasumber
"Dalam setahun terjadi banjir," ujar Ir. Nukman Harahap, mantan Kepala Kantor Informasi Penyuluh Pertanian (KIPP) Labuhanbatu.
"Banjir di tempat ini dalam setahun bisa terjadi dua kali. Dengan ketinggian, bisa mencapai 150 centimeter," tambah Nukman Harahap.
Nukman menuturkan kantor KIPP sempat berlokasi di kawasan itu, namun dipindahkan ke Jalan H Adam Malik Rantauprapat karena sering terendam banjir.
Implikasi dan langkah yang perlu
Kondisi ini berimplikasi pada keselamatan bangunan dan akses jalan utama Rantauprapat–Aek Nabara. Karena proyek sudah hampir selesai, evaluasi cepat terhadap drainase, tanggul darurat, dan mitigasi limpasan perlu dipertimbangkan untuk mencegah dampak banjir pada fasilitas baru dan lingkungan sekitar.
Pemantauan intensif terhadap curah hujan dan kesiapan penanganan banjir di sekitar Sungai Aek Tapa juga penting untuk mengurangi risiko pada warga dan infrastruktur yang kini mulai beroperasi di area tersebut.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Polda Sumut Periksa Pejabat BSI Medan soal Rekening tanpa KTP
Polda Sumut memanggil pejabat BSI Medan terkait dugaan pembukaan rekening tanpa KTP dan kesalahan pencatatan...
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...