Nasional

Karantina Banten Terbitkan 1.875 Sertifikat Impor dan 2.873 Ekspor

Bagikan:
Petugas karantina memeriksa sampel di laboratorium Balai Karantina Banten

Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Banten mencatat penerbitan 1.875 sertifikat impor dan 2.873 sertifikat ekspor pada periode Januari–Juni 2026. Data ini tercatat dari aktivitas pelayanan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai upaya menjaga keamanan hayati sekaligus memfasilitasi perdagangan.

Rincian sertifikasi Januari–Juni 2026

Kepala Balai Karantina Banten, Duma Sari, menyampaikan kinerja pelayanan menunjukkan aktivitas tinggi pada semester pertama 2026. Selain impor dan ekspor, layanan domestik juga mencatat angka signifikan.

Layanan Jumlah Sertifikat
Impor 1.875
Ekspor 2.873
Domestik masuk 4.527
Domestik keluar 6.112

Menurut Duma, seluruh fasilitas, termasuk Instalasi Karantina Hewan dan Laboratorium Terintegrasi, telah dioptimalkan untuk mendukung layanan yang profesional dan akuntabel.

"Seluruh fasilitas, baik Instalasi Karantina Hewan maupun Laboratorium Terintegrasi, telah kami optimalkan. Tujuannya untuk mendukung pelayanan yang profesional dan akuntabel,"

Kinerja menurut jenis karantina

Beberapa komoditas menunjukkan aktivitas tinggi pada periode yang sama. Karantina ikan tercatat sebagai pemuncak ekspor, sementara layanan karantina tumbuhan mendominasi arus domestik keluar.

Jenis Karantina Catatan Aktivitas
Karantina ikan (ekspor) 19.603 sertifikat
Karantina tumbuhan (domestik keluar) 23.725 sertifikat

Pengawasan hewan hidup di Bandara Soekarno-Hatta

Instalasi Karantina Hewan Banten juga mencatat pemasukan hewan hidup yang dilalulintaskan melalui bandara. Hewan-hewan ini menjalani observasi dan tindakan karantina untuk mencegah risiko penularan penyakit.

  • Anjing: 399 ekor
  • Kucing: 261 ekor
  • Kuda: 6 ekor
  • Reptil: 8 ekor

Di fasilitas tersebut diterapkan observasi kesehatan, isolasi, pengasingan, perlakuan, dan sistem biosekuriti berlapis seperti pengendalian akses, desinfeksi, serta pemisahan zona bersih dan zona risiko.

Peran laboratorium dalam pengambilan keputusan

Laboratorium Karantina Banten menjalankan pengujian diagnostik yang menjadi dasar tindakan karantina. Jumlah pengujian yang tinggi menegaskan peran strategis laboratorium dalam menjamin keamanan hayati.

Jenis Pengujian Jumlah Pengujian
Pengujian karantina hewan 1.562
Pengujian karantina ikan 9.324
Pengujian karantina tumbuhan 3.924
Pengujian keamanan mutu pangan dan pakan 325

"Laboratorium berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan tindakan karantina melalui pengujian diagnostik," ujar Duma.

Dukungan legislatif dan prospek modernisasi

Komisi IV DPR RI menyatakan dukungan terhadap rencana modernisasi dan revitalisasi alat laboratorium karantina. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas ekspor dan memperkuat ketahanan pangan serta keamanan hayati nasional.

"Ketika kita pasang instalasi laboratorium yang bagus sebagaimana permintaan negara-negara tujuan ekspor, itu saya kira nanti akan juga diikuti dengan PNBP yang meningkat,"

Dengan peningkatan fasilitas dan pengujian, Karantina Banten berupaya seimbang antara memperlancar perdagangan dan menjaga standar kesehatan serta keamanan sumber daya hayati Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait