KAI Sumbar Sambut 250 Delegasi IMLF di Stasiun BIM
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumatra Barat menyambut 250 delegasi dari 36 negara peserta International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) pada Rabu, 3 Juni 2026. Penyambutan berlangsung di Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sebagai rangkaian acara IMLF dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang.
Dukungan penuh KAI untuk IMLF
KAI Divre II Sumbar menyatakan kesiapan operasional dan layanan untuk menunjang kelancaran kegiatan internasional itu. Kepala Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, menegaskan komitmen perusahaan menjamin kenyamanan delegasi selama berada di Sumatra Barat.
“Kehadiran delegasi dari berbagai negara menjadi kebanggaan bagi Sumatra Barat. KAI Divre II Sumbar siap memberikan dukungan selama pelaksanaan rangkaian kegiatan IMLF dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat posisi Sumatra Barat sebagai destinasi budaya, literasi, dan pariwisata yang mendunia.”
Respon delegasi dan korps diplomatik
Delegasi dan pejabat asing memberikan apresiasi atas sambutan resmi tersebut. Ketua IMLF ke-4, Sastri Bakry, memuji partisipasi KAI yang dinilai menambah kenyamanan tamu internasional.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KAI Divre II Sumbar atas dukungan dan sambutan yang diberikan kepada para delegasi IMLF ke-4. Sinergi ini menjadi wujud kolaborasi yang baik dalam menyukseskan IMLF dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang.”
Duta Besar Bosnia dan Herzegovina, Armin Limo, ikut memuji layanan kereta cepat Indonesia setelah merasakan perjalanan Jakarta–Bandung. Ia menilai pengalaman tersebut tergolong nyaman, modern, dan efisien.
“Perjalanan tersebut terasa nyaman, modern, dan efisien, sehingga saya dapat mengatakan dengan yakin bahwa itu adalah salah satu pengalaman kereta terbaik yang pernah saya rasakan.”
Sambutan budaya dan agenda perjalanan
Para delegasi disambut dengan tari tradisional dan sajian kuliner khas setibanya di BIM. Tim KAI juga memberikan sesi edukasi singkat soal perkeretaapian sebelum rombongan melanjutkan ke Kota Bukittinggi dengan kereta api.
- Tari tradisional penyambutan
- Sajian kuliner lokal
- Edukasi singkat tentang layanan perkeretaapian
- Perjalanan lanjutan menuju Bukittinggi menggunakan kereta
Salah seorang delegasi, May, menyebut pemilihan stasiun sebagai lokasi penyambutan tepat. Ia menilai lokasi itu menyoroti ruang publik ikonik dan mendorong pertukaran budaya antar peserta.
“Menyelenggarakan acara penyambutan di Stasiun Kereta Padang adalah ide yang luar biasa... Saya percaya festival ini akan memperkuat hubungan budaya, mempromosikan literasi, dan menciptakan pertukaran ide yang bermakna.”
Dampak dan prospek ke depan
Acara ini diharapkan meningkatkan eksposur Sumatra Barat sebagai tujuan literasi dan pariwisata. Dukungan fasilitas transportasi seperti yang diberikan KAI dinilai krusial untuk kenyamanan delegasi dan kelancaran acara internasional.
Dengan kolaborasi antara penyelenggara festival, pemerintah daerah, dan operator transportasi, panitia berharap IMLF memberi dampak jangka panjang bagi promosi budaya dan pengembangan pariwisata Sumatra Barat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Dibuka Menguat 0,14% ke 6.018,08, Sentimen Minyak & Inflasi Jadi Perhatian
IHSG dibuka menguat 0,14% ke 6.018,08 pada 2 Oktober 2026; sentimen minyak, inflasi, dan ketegangan geopolit...
Rupiah Menguat Dibuka, Risiko Tekanan dari Kenaikan Harga Minyak
Rupiah dibuka menguat ke Rp17.910 per dolar, namun berisiko melemah karena kenaikan harga minyak dan ketegan...
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...