KAI Terapkan ISO 27001 untuk Lindungi Data 30 Juta Pengguna
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan ISO 27001 untuk memperkuat keamanan data milik 30.449.049 pengguna layanan digitalnya. Penguatan ini didukung tingkat kematangan tata kelola teknologi informasi pada level 3,8 dan diikuti pembentukan tim respons insiden siber pada 4 Agustus 2026.
Penerapan standar dan capaian digital
KAI mencatatkan 9.058.935 pengguna aktif pada aplikasi Access by KAI hingga 30 Juni 2026. Total unduhan kumulatif aplikasi tersebut mencapai 41.011.320 kali. Penerapan ISO 27001 menjadi landasan formal bagi upaya perlindungan data dan tata kelola sistem informasi perusahaan.
Perlindungan data dan kebijakan privasi
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa kebijakan privasi disajikan di aplikasi untuk membantu pengguna memahami hak atas data pribadinya. Penguatan dilakukan lewat peningkatan sistem, tata kelola, dan kompetensi SDM.
"Pelanggan mempercayakan sejumlah informasi kepada KAI ketika menggunakan layanan digital. Kepercayaan tersebut kami jaga melalui penguatan sistem, tata kelola, kompetensi pekerja, dan mekanisme pelindungan data yang terus dievaluasi," ujar Anne.
KAI juga sudah menunjuk Data Protection Officer untuk mengawal kepatuhan internal sesuai dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Mekanisme privasi dan persetujuan ditampilkan kepada pengguna dalam proses registrasi layanan digital.
Layanan Face Recognition dan kebijakan registrasi
Layanan Face Recognition Boarding Gate telah melayani 5.555.034 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh. Fasilitas ini mempermudah verifikasi identitas tanpa perlu membawa kartu fisik.
Anne menegaskan bahwa registrasi data wajah bersifat sukarela dan memerlukan persetujuan pelanggan. Data registrasi yang mencakup Nomor Induk Kependudukan akan disimpan otomatis selama satu tahun.
"Persetujuan pelanggan menjadi bagian penting dalam layanan Face Recognition. Pelanggan tetap dapat menggunakan mekanisme boarding lain yang tersedia apabila tidak mendaftarkan data wajahnya," kata Anne.
Kesiapan tanggap insiden siber
Pada 4 Agustus 2026, KAI membentuk Computer Security Incident Response Team (CSIRT) untuk merespons potensi ancaman dan insiden siber. Langkah ini melengkapi upaya pencegahan dan mitigasi yang dibangun melalui standar ISO dan tata kelola internal.
"KAI akan terus memperkuat teknologi, tata kelola, dan kesiapan penanganan insiden seiring perkembangan layanan digital. Bagi KAI, menjaga perjalanan pelanggan juga berarti menjaga informasi yang telah dipercayakan kepada perusahaan," ujar Executive Vice President Corporate Secretary, Wisnu Pramudya.
Implikasi dan prospek
Dengan penerapan ISO 27001, penunjukan Data Protection Officer, dan pembentukan CSIRT, KAI menegaskan komitmen menjaga keseimbangan antara layanan digital yang mudah dan perlindungan data pribadi. Ke depan, evaluasi berkala dan peningkatan kompetensi SDM akan menjadi kunci keberlanjutan perlindungan data pelanggan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...