HKI: Pentingnya Melindungi Kekayaan Intelektual untuk UMKM
UMKM khususnya di sektor ekonomi kreatif diimbau memperkuat kesadaran melindungi Kekayaan Intelektual (KI). Imbauan itu disampaikan dalam program Beranda Astacita UMKM yang tayang di Programa 1 RRI pada Senin, 3 Agustus 2026, pukul 15.15–16.00 WIB. Narasumber, Naufal Farhan Irawan, menekankan bahwa perlindungan KI penting untuk menjaga karya, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang pasar nasional dan internasional.
Mengapa HKI penting bagi UMKM kreatif
Perlindungan KI memberi kepastian hukum atas karya dan inovasi. Produk yang memiliki identitas dan perlindungan hukum cenderung lebih dipercaya konsumen. Selain itu, status tersertifikasi memudahkan akses investor dan mitra bisnis.
Di era pemasaran digital, risiko peniruan dan pembajakan meningkat. Oleh karena itu, pendaftaran hak seperti merek, hak cipta, desain industri, atau paten menjadi langkah preventif yang strategis.
Pemaparan narasumber
"Kekayaan Intelektual merupakan hak atas hasil olah pikir manusia yang memiliki nilai ekonomi, seperti merek dagang, hak cipta, desain industri, paten, hingga indikasi geografis. Bagi pelaku ekonomi kreatif, kepemilikan hak tersebut menjadi bukti hukum atas karya maupun inovasi yang dihasilkan, sehingga terhindar dari penyalahgunaan, peniruan, maupun pembajakan."
Naufal Farhan Irawan menyampaikan kutipan tersebut saat menjelaskan urgensi perlindungan bagi pelaku usaha kreatif.
Kemudahan pendaftaran dan dukungan pemerintah
Pemerintah mendorong penggunaan sistem digital untuk pendaftaran KI agar proses menjadi lebih mudah, cepat, dan terjangkau. Berbagai bentuk fasilitasi dan pendampingan disediakan khususnya untuk pelaku UMKM.
Fasilitas ini bertujuan memangkas hambatan administratif dan biaya awal yang sering menjadi penghalang bagi usaha skala kecil untuk mendaftarkan haknya.
Langkah praktis bagi pelaku usaha
Untuk memulai, pelaku usaha dianjurkan melakukan langkah berikut:
- Kenali jenis-jenis hak KI yang relevan dengan produk atau karya Anda.
- Dokumentasikan proses penciptaan dan bukti kepemilikan karya.
- Manfaatkan layanan digital dan pendampingan yang disediakan pemerintah.
- Ajukan pendaftaran melalui saluran resmi agar mendapat perlindungan hukum.
Dengan meningkatkan kesadaran dan memanfaatkan fasilitas pendaftaran, UMKM kreatif dapat menguatkan posisi tawar, melindungi aset intelektual, dan memperluas peluang ekspor. Upaya ini juga penting untuk mendukung pembangunan ekosistem kreatif yang lebih berkelanjutan bagi generasi muda pelaku usaha.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...