KAI Services Sosialisasi Pencegahan Fraud di Yogyakarta
KAI Services menggelar sosialisasi pencegahan fraud pada Jumat, 22 Mei 2026, di Balai Pelatihan Teknik Traksi (BPTT) Darman Prasetyo, Yogyakarta. Kegiatan ini menargetkan seluruh pekerja Regional 6 Yogyakarta untuk memperkuat integritas dan mencegah potensi kerugian perusahaan.
Agenda dan pelaksana
Acara diselenggarakan secara tatap muka dengan paparan dari Tim Internal Auditor Kantor Pusat. Fokus utama adalah edukasi mengenai modus, tanda kecurangan, serta mekanisme pelaporan yang tersedia.
Temuan Internal Audit
Tim internal auditor memaparkan tiga penyebab utama terjadinya fraud yang perlu diwaspadai oleh setiap pekerja. Pemaparan ini sekaligus bertujuan meningkatkan kemampuan deteksi dini melalui contoh kasus dan indikator kecurangan.
- Tekanan ekonomi
- Kesempatan terbuka
- Rasionalisasi atas perbuatan salah
Komitmen manajemen dan saluran pelaporan
Senior Manager Internal Audit, Aual Cahyadi, menegaskan komitmen perusahaan menolak praktik korupsi lewat edukasi berkelanjutan. Ia berharap program ini memperkuat budaya integritas di seluruh jajaran.
“KAI Services senantiasa melakukan edukasi kepada seluruh Insan KAI Services tentang apa saja modus-modus fraud, tanda-tanda kecurangan, dan cara bagaimana melaporkannya. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan memperkuat budaya integritas,” ujar Aual.
Vice President Corporate Secretary, Ixfan Hendri Wintoko, menjelaskan manajemen menyediakan saluran pelaporan khusus untuk melindungi pelapor. Sistem ini dirancang agar pelapor terlindungi dan proses penanganan lebih transparan.
“KAI Services memiliki Whistleblowing System sebagai sarana untuk setiap Insan KAI Services melaporkan dugaan pelanggaran atau kecurangan yang dilakukan oknum pegawai dengan melindungi kerahasiaan data pelapor. Whistleblowing System ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang transparan, akuntabel dan berintegritas,” ujar Ixfan.
Respon peserta
Peserta menyambut positif langkah manajemen. Mereka menilai fasilitas pelaporan akan mendorong keberanian melaporkan dan menjaga etika kerja.
“Perusahaan memberikan sarana berupa Whistleblowing System untuk kita melaporkan setiap kecurangan yang terjadi di lingkungan kerja. Ini menjadi semangat buat kita sebagai pekerja untuk menjaga integritas agar lingkungan kerja kondusif dan tidak melakukan apapun bentuk kecurangan di perusahaan,” ujar Adrian.
Melalui sosialisasi ini, KAI Services berharap tercipta budaya kerja yang lebih bersih, akuntabel, dan berintegritas. Perusahaan juga akan melanjutkan upaya edukasi untuk memperkuat deteksi dini dan pencegahan fraud di seluruh wilayah kerja.
Berita Terkait
OJK Perkuat Budaya Integritas Generasi Muda lewat SPARK Camp 2026
OJK gelar SPARK Camp 2026 di tiga kampus untuk memperkuat integritas dan tata kelola generasi muda jelang Ri...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 per Gram, Buyback Rp2,577,000
Harga emas Antam turun Rp15.000 per gram pada 23 Mei 2026; 1 gram Rp2.773.000, buyback Rp2.577.000.
Harga Emas Pegadaian: Galeri24 dan UBS Melemah Akhir Pekan
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melemah pada 23 Mei 2026; Galeri24 turun Rp9.000/g dan UBS turun Rp...
Rent to Own Jadi Jalan KPR bagi Pekerja Informal
Skema Rent to Own dinilai bisa bantu 86 juta pekerja informal bangun rekam jejak keuangan selama 6–12 bulan...
ATONIK 50 Tahun Dampingi Petani Indonesia
PT OAT Mitoku Agrio rayakan 50 tahun ATONIK, menegaskan transfer teknologi Jepang dan pendampingan berkelanj...
Bulog Perpanjang Bantuan Pangan Beras Dua Bulan
Perum Bulog menambah program bantuan pangan beras selama dua bulan untuk 33 juta penerima, sebagai antisipas...